Sabtu, Oktober 30, 2010

My Wedding...





20 Oktober 2010 mungkin menjadi salah satu hari paling bersejarah dalam fase kehidupanku, ya.. akhirnya aku memasuki fase yang lebih lanjut, melepaskan masa "bebas" untuk kemudian "mencoba" untuk mengarungi kehidupan baru, kupikir semua bakal berubah, orang bilang "sesuatu yang abadi didunia ini adalah perubahan", akupun sedang dan akan mengalaminya, jika kemaren aku bisa dengan leluasa tanpa mempunyai beban mungkin tidak mulai sekarang. Aku tak sendiri lagi, ada "dia" yang akan mengisi hari - hariku. Jika dulu aku hanya memikirkan aku,aku dan aku, maka sekarang ada dia.. Aku harus bersyukur kepada-Nya atas semua yang telah Dia berikan, dan semua berjalan dengan lancar, setidaknya sampai sekarang, semoga aja sampai nanti, sampai akhir hayatku, aku hanya ingin untuk menjalani "peran" baruku ini dengan sebaik-baiknya, memenuhi kewajiban dan tanggungjawab baruku, walau ku yakin semua tidak kan semudah seperti yang terbayang di benak ini, i'll take it !!

Untuk sampai disini telah kulewati berbagai peristiwa, kejadian dan begitu banyak proses, aku bisa.. dari 25 desember 2008 ketika pertama kami "bertemu" di dunia maya... hahaha... sungguh menggelikan untuk mengingatnya.. :D dari sekedar chating di salah satu jejaring sosial(red:www.bergaul.com), berlanjut ke sms dan kemudian ke telpon tiap malam, hingga berjuang untuk bisa bertemu di dunia nyata, orang bilang kopi darat. Banyak hal konyol dan bodoh yang kami lakukan, (boleh nyesel ndak ya... ? :D) toh (Alhamdulillahirobbil'alamin) akhirnya kami menikah juga. Kami hanya butuh 4 kali perjumpaan (di dunia nyata) dalam rentang waktu kurang lebih 2 tahun untuk kemudian sampai pada tahap menikah di perjumpaan yang ke 4 ini.. it's miracle, Allah menunjukkan kebesaran-Nya, semua itu kuanggap anugerah dari Tuhan untukku, untuk kami apapun itu akan aku terima dengan ikhlas.. :) Meskipun pada awalnya jalan tak semulus seperti yang kami harapkan, begitu banyak perbedaan diantara kami berdua, mulai dari adat yang bertolak belakang, lautan dan daratan yang memisahkan kami, hmmff... begitu sulit ketika itu.. bahkan aku tak pernah membayangkan untuk bisa sampai disini. Sempat beberapa waktu kami putuskan untuk mundur atau tepatnya menyerah dan atau pasrah, saat ketika kecil kemungkinan untuk memelihara mimpi dan harapan kami (untuk menikah), saat ketika waktu dan jarak begitu gencar menggoyahkan kami, entah berapa kali kami sepakat untuk mengakhiri dan memulainya lagi... yup.. Long Distance Relationship/LDL memang penuh resiko, banyak syarat untuk bisa melewatinya, curiga, prasangka dan rasa was-was selalu menghantui hubungan kami, ada waktu ketika rasa ingin berjumpa, ingin membelai, ingin melihat walau sedetiikk... saja... tapi apa daya, semua itu menjadi tak mungkin kala itu, hanya suara di HP yang bisa kami dengar satu sama lain, ketika rasa rindu menyerang hanya air mata yang meleleh jawabnya :( Ya Tuhan.. mungkin memang begini cara-Mu mempersatukan kami, begitu indah, aku tau Engkau Tahu yang terbaik bagi umatnya.




Kini, beberapa hari telah aku lewati bersamanya dengan status baru :D seorang suami dan seorang istri, itu judulnya :D masa - masa sehabis pernikahan memang lebih banyak senengnya daripada sedih, rindu yang selama ini tertahan dan dalam terpendam telah terbayar tuntas kini, jika dulu berjumpa 4 kali selama 2 tahun, maka kita tak semenitpun terlewatkan tanpanya, tawa dan canda menghiasi hari - hari ini, semoga semua ini tidak hanya diawal saja, sudah terlintas dibenak ini masalah demi masalah yang akan menghadang kami, aku sering membayangkan hal yang terburuk terjadi pada kami, mengingat menyatukan dua perbedaan bukanlah perkara sepele, dua watak, dua sifat, dua otak, pelan-pelan aku kan terus belajar, untuk lebih baik tentunya. Begitu banyak rencana - rencana masa depan yang kami susun bersama, aku tak mau muluk tak pula pesimis, hanya berusaha semaximal semampuku untuk melakukan yang terbaik.

Aku tau semua ini hanyalah awal dari sebuah fase baru yang kan kutempuh, seperti ulat menjadi kepompong untuk kemudian menjadi kupu-kupu, jalan panjang masih membentang di hadapanku, langkah demi selangkah akan kulewati, berharap
bisa kulewati kelokan dan turunan tajam, lewati aral dan rintangan yang ada di depanku demi sebuah keluarga yang di Ridhoi Allah, menjalankan sunah Rasul sebagai kesempurnaan agama, yup Sakinah Mawadah Warohmah.. amin..






Janji dalam hati terucap untuk menjaga sebaik - baiknya, menjaga dari segalanya, menjaga hatinya, janji yang terpanjat ketika kulihat lelehan air mata seorang ibu dan bapak waktu kuambil anaknya, ketika anak gadisnya aku ambil dan kubawa pergi jauh. Mungkin rasa sesal ketika itu, mengapa hal itu harus kulakukan, mengapa semua ini harus terjadi, tapi memang ini yang harus terjadi. Andai saja aku mempunyai pilihan.. andai saja aku bisa untuk memilih tidak melakukan ini semua, tapi bukankah semua ini sudah menjadi garis-Nya, ketetapan-Nya.. "man purpose, and then God Dispose" "sayangnya" kita hanyalah manusia, yang lemah tak berdaya, hanya dan hanya mampu untuk berusaha tanpa bisa memutuskan sesuatu terjadi padanya, klise memang.. But it's true, it's fact, absolutly !! Satu yang pasti, tidak ada sedikitpun niat dalam hati ini untuk merusak dan menciderai semua yang ada kini, aku hanya mau semua berjalan dengan baik, dengan Ridho-Nya.. amin









"Ama.., Papa... dari lubuk terdalam hari ini aku telah berjanji untuk menjaganya baik - baik, aku kan lakukan apapun untuk itu, bahkan jika aku harus merubah benci menjadi suka, akan ku coba ma.. percayalah ma.. setengah hati ini tertinggal di sana.. hanya do'a & restu ama papa yang kupinta semoga yang terbaik bagi kami.."

Baca Selanjutnya »»

Kamis, Oktober 28, 2010

Pray For Indonesia


Bencana datang silih berganti menghantam negeri tercinta ini, dari mulai banjir di wasior, gempa dan tsunami di mentawai, hingga erupsi gunung paling aktip di Indonesia gunung merapi yang berada di jogja dan jateng, banyak masyarakat yang menjadi korban akan keganasan kekuatan alam, anak anak kecil, orang orang tua dan ibu ibu yang lemah banyak yang menjadi korban. Mungkin ini adalah salah satu bentuk teguran dari-Nya untuk bangsa ini agar tetap bisa menjaga dan bersahabat dengan alam. Lebih dari itu ada pula ynag berpendapat dan menyatakan bahwa semua bencana yang melanda ini berhubungan dengan kondisi mental para petinggi di negeri ini, masih banyak pejabat pejabat kita yang kurang amanah dengan tanggungjawab yang diembanya, begitu banyak penyelewengan - penyelewengan yang terjadi, yang benar dibilang salah begitupun sebaliknya. Yah, memang tak bisa dipungkiri lagi, dunia semakin tua, alam semakin renta orang orangnya pun semakin krisis moral, tidak peka lagi terhadap sesama. Aku khawatir jika semua ini tidak kan dirubah, maka akan datang lebih besar lagi "azab" dari Allah.

Karena ketamakan manusia, hutan belantara yang indah, hijau, sejuk dan di huni berbagai spesies akhirnya di babat habis !! manusia dengan berbagai cara ilegal menebang dan terus menggunduli hutan hanya demi materi dan tanpa menghiraukan efek yang ditimbulkannya, hingga terjadilah bencana banjir dan tanah longsor di wasior contohnya, itu hanya sebagian kecil contoh, banjir yang selalu datang di ibu kota.

Penambangan liar yang illegal, bukankah ini cukup mencerminkan "manusia sekarang" manusia yang hanya memikirkan "perutnya" saja, manusia yang hanya ada materi di otaknya,
atau malah sudah ndak ada otaknya lagi :( bahkan materi tidak dibawa sampai matipun.
Tidak perlu saling menyalahkan saat ini, cukup dengan koreksi diri masing masing, memperbaiki diri mulai dari diri kita masing, untuk lebih menghargai alam dan menjaga keseimbangan dengan alam, harmonis dan selaras dengan alam.

Semoga dengan adanya kejadian yang menimpa bertubi - tubi bangsa Indonesia tercinta ini bisa dijadikan pelajaran yang berharga, untuk kehidupan yang lebih indah di masa depan.. Amin..

Baca Selanjutnya »»