Selasa, September 15, 2009

yang pahit itu 'manis' ...




Pagi ini kulihat langit di halaman belakang, nampak mendung menggelayut, tidak terlalu hitam memang, tapi seakan langit sedang bermuram, angin yang berhembus pelan membawa udara dingin menyapu kulit tubuhku dan membuat bulu romaku berdiri, sinar mentari pagi yang biasa hadir membawa kehangatan dan semangat baru tak nampak pagi ini karena awan hitam itu telah menutupinya.. Kulihat seekor lebah dengan malas - malasan bermain dengan kembang, mencari madu untuk sarapannya.. dari kembang satu pindah ke kembang lainya.. angin pagi ini berhembus sedikit kencang sehingga rumput rumput itu bergoyang dan terus menari seakan siap menghibur hati yang tengah sendiri, karena ternyata sendiri sangat identik dengan kesedihan.. sendiri mungkin adalah saat sedih itu tiba.. walo banyak orang yang bisa menikmati kesendiriannya (kesedihannya)..

Yah.. semuanya telah berubah seiring dengan berjalannya waktu, semuanya adalah proses dari kehidupan di dunia ini, ada yang datang dan pergi, ada suka ada duka, tawa dan tangisan, senyum dan air mata, semua itu kan selalu dinamis.. berubah dari satu sisi ke sisi satunya.. mungkin itu yang dinamakan dengan roda kehidupan, setiap manusia mempunyai takdir dan jalan hidup masing masing, mereka hanya perlu berusaha dan menjalani apa yang telah menjadi jatahnya.. tak perlu kita bersibuk menghabiskan waktu untuk meratap dan menyesali hal yang bukan menjadi keinginan kita terjadi pada diri kita.. seberat dan sepahit apapun itu adalah yang terbaik bagi menurutNya.. tetep bersyukur dan menerima dengan keikhlasan hati atas apa yang telah dibertikanNya pada diri kita.. well.. ndak semudah kita ngomong dan membayangkannya mungkin, namun tetep harus di coba..
Itulah hidup.. Multidimensi kata seorang sahabat, jangan pernah melihat kehidupan hanya dari satu sisi aja,
memahami dan mencari arti dari kehidupan hakiki..? hmm... bisa pening aku di buatnya... just make it simple, semua terjadi seperti seharusnya, apapun itu entah baek ataupun buruk menurut kita itulah yang terbaik buat kita menurutnya, ndak perlu ratapan itu, buang semua pahit itu dan cobalah cara lain dalam merasakannya.. karena sebenernya yang pahit itu 'manis' ...
biarkan yang telah pergi itu meninggalkan kenangan..

0 komentar:

Posting Komentar