Senin, November 02, 2009

My Long Distance




Long Distace Love... (LDL) itulah hubungan yang saat ini sedang aku jalani dengan seseorang, kurang lebih sudah 10 bulan aku menjalani hubungan jarak jauh ini, tepatnya 28 desember 2008 adalah pertama kali "bertemu" di dunia maya, melalu messenger yang banyak orang memakainya, hingga berjalan waktu hubungan itu semakin intensif, komunikasi berlanjut melalu ponsel, dari sms sampai dengan telpon bahkan bisa menghabiskan berjam - jam kami menelpon, entah berapa ratus ribu juga pulsa yang sudah aku habiskan untuk tetep menjaga komunikasi kami, sampai detik inipun komunikasi kami tetap terjaga. Tak terasa hari demi hari, bulan telah kami lewati hubungan jarak jauh ini, banyak teman bilang bahwa mereka meragukan apa yang kami lakukan dan menganggap itu sia sia, satu teman lain berkata "kamu hebat ya, LDL kan banyak godaannya.." dan banyak lagi suara tentang hubungan ini.

Antara aku dan dia terpisah jarak ribuan kilometer, terpisah gunung dan lautan, tapi entah apa yang tengah merasuki jiwaku ini, seendaknya sampai saat ini aku masih saja teguh dengan apa yang aku yakini dan aku lakukan, aku masih saja tetap lakukan yang mungkin bagi orang lain tak lebih dari kekonyolan. Aku tak begitu pedulikan dengan apa yang terdengar di luar sana, aku masih tetap berjalan dan terus berjalan walau terkadang rasa cape sesekali menghinggapi tubuhku ini, tak jarang juga percikan masalah timbul diantara kami, pertengkaran untuk hal yang sederhanapun kerap kali menghiasi hubungan kami. Hubungan kami seperti dalam lirik lagu pop murahan, putus.. nyambung.. putus.. nyambung.. entah berapa kali hubungan ini tengah berada di ujung tanduk, segitu banyak pula kami akhirnya memutuskan untuk tetap mencoba membangun hubungan ini, rupanya hati kami terlalu dalam merasuki jiwa diantara kami, kami hanya bisa dipisahkan tak lebih dari 2-3 hari, karena setelah itu kamipun selalu kembali untuk menjalani hubungan ini.

Bulan maret yang lalu adalah kali pertama kami bertemu secara nyata, Bandara Adi Sutcipto Jogja menjadi saksi pertemuan kami, hati ini berdetak kencang tak menentu saat itu, saat aku menanti sosok yang yang selama ini hanya aku kenal lewat telpon dan dunia maya, antara tak sabar dan cemas menghadapi kenyataan, seperti mimpi menjadi nyata apa yang aku alami saat itu, hingga akhirnya pertemuan dua insan itu terjadi juga, kebetulan dia datang pas hari ulang tahunku dan itu merupakan kado paling indah yang pernah aku terima. Tak ada rasa canggung diantara kami, kami seakan telah saling mengenal untuk waktu yang sekian lama, canda tawa menghiasi pertemuan yang sangat indah itu, "akulah orang paling bahagia di dunia saat itu" jika aku boleh mengutip cerita cerita di novel. Hari demi hari kami lalui bersama kala itu, waktu kami habiskan tanpa meninggalkan satu sama lainnya, kami adalah satu. Ya Tuhan.. benar mimpi yang menjadi nyata. Satu minggu waktu tak terasa telah kami habiskan bersama, hingga tiba saat untuk berpisah itu tiba, hancur hati ini untuk menyadari bahwa kami mesti berpisah kembali, air mata tak kuasa terbendung lagi mengalir deras di pipi kami, pelukan hangat dan keras seakan tak kan bisa terpisahkan lagi, entah kapan kami bisa bertemu lagi.. sebuah janji suci kami ucapkan, janji untuk tetap saling setia, demi Tuhan rasa itu baru aku alami sekali seumur hidup, rasa takut akan kehilangan orang yang kita sayangi, perlahan kulepaskan pelukan itu dan sebuah kecupan hangat di keningnya pertanda tiba waktu bagi kami mesti berpisah. :(

Aku terjaga di malam hari perpisahan itu, banyangan wajahnya,.. cara dia berjalan ... masih jelas terlihat di depanku, senyuman itu selalu mengikuti meski telah kupejamkan mata ini, dan aku menangis dipagi harinya ketika menjawab telponnya, mendengar suaranya, menerima kenyataan bahwa dia sekarang tidak berada disisiku adalah sesuatu yang tidak mudah aku lakukan, semua ini terasa sangat tidak adil bagiku, candaan dia coba untuk menenangkanku dan membuatku tersenyum, walau aku yakin dia merasakan hal yang sama denganku. Satu minggu pertama setelah perpisahan merupakan masa yang berat untuku, aku tak pernah bisa untuk melupakannya, ketika aku memasuki kamar itu terlihat nyata bayanganya, namun aku coba untuk terus menyadarkan diriku dan meyakinkan hati ini bahwa hanya tubuh kami yang terpisah, tapi tidak dengan hati kami, karena hati kami tetap menyanding satu sama lain.

Hari demi hari kami lalui dengan kesibukan masing masing, aku sibuk dengan rutinitasku kembali dalam kerjaanku, begitupun dia sibuk dengan aktivitasnya. Tiada satu haripun kami lewatkan tanpa telpon dan sms, aku tak peduli dengan pulsa yang terpakai, karena tetap menjaga komunikasi dengannya adalah yang utama buatku, dia tak sebanding dengan uang yang kupakai. Tak terasa beberapa bulan telah terlewatkan dengan keaadan ini, sampai akhirnya bulan Mei atau dua bulan dari pertemuan pertama aku memutuskan untuk pergi ketempat dia, tiket pesawat yang terhitung mahal buatku yang hanya karyawan swasta tak membuatku untuk mengurungkan niatku untuk segera bertemu dengan sang kekasih. Dalam perjalan hanya bertemu dengan dia secepatnya adalah satu-satunya yang ada di pikiranku, jam 6 pagi pesawat take off dari bandara jogjakarta transit di jakarta untuk kemudian pukul 11 take off kembali dari jakarta - padang. sekitar pukul 12 lebih pesawatku landing di kota padang, entah berapa kilometer jarak yang telah aku tempuh hanya untuk bertemu dengannya. Akhirnya... setelah penantian yang melelahkan itu.. datang juga bagi kami untuk bertemu kembali. Yah.. masih terlihat jelas wajah itu setelah 2 bulan berpisah, sinar matanya dan senyumnya yang begitu penuh pesona. Dia datang menjemputku, kulihat dari kejauhan sambil bersyukur pada Tuhan atas kesempatan ini, Ya Tuhan.. dia begitu cantik saat itu, kusambut dia dengan pelukan, aku tersenyum dan tak terasa air mata meleleh di mata ini, air mata cinta dan kebahagiaan.

Aku lewatkan hari penuh kebahagian dengannya saat itu, hal yang sama kami lakukan pada pertemuan pertama. Melepas rindu yang telah terpendam sekian lama, 2 bulan yang terasa 2 tahun bagi kami. Aku berkenalan dengan keluarganya, aku bercanda dengan saudara saudaranya, semua begitu akrab, kami bermain ke pantai dan satu hari kami pergi ke kota bersama.. waktu itu kami seakan tak terpisahkan lagi. Aku sayang dia, dan aku ndak bisa kehilangannya, posesif memang, tapi itulah jujur rasa yang keluar dari dalam lubuk hati yang terdalam. Pagi itu mentari masih hangat terasa ketika dia meraih jari manisku dan lembut jemarinya menyematkan cincin perak sebagai ikatan kami, haru hati ini ketika itu, dalam hatiku berjanji untuk menjaganya dan hubungan ini, apapun akan kulakukan untuk itu. Akhirnya ada perjumpaan selalu ada perpisahan, selalu dan akan selalu begitu, entah siapa yang membuat aturan sedemikian rupa ?? :( hari senin pagi aku harus kembali bertolak ke jogja, tanpa dia yang harus tetap tinggal di kotanya, untuk yang ke dua kalinya kami mesti dipisahkan lagi, berat dan teramat berat untuk meninggalkannya, untuk melihat sendu matanya melepaskan aku pergi aku tak kuasa.. "dinda aku tau saat itu dinda merasakan hal yang sama, semua terasa berat untuk berpisah, tapi dinda harus tau, hati ini tak akan pernah benar-benar meninggalkanmu" yah.. dan perpisahan untuk yang kedua kalinya itu memang benar terjadi. Saat ini tanggal 2 bulan sebelas. kurang lebih setengah tahun sudah lamanya kami terpisahkan, walaupun sangat berat cobaan rintangan dan halangan, meskipun begitu deras badai mengguncang kami, meskipun sering pertengkaran kita, begitu sering kita berantem, tapi aku percaya semua itu tak lebih dari cinta kita dalam bentuk lain, aku tetap menjaganya, aku tetap memegang teguh janji kita. Aku tak pernah peduli dengan suara - suara sumbang itu, jika mungkin aku telah gila, yah.. mungkin benar adanya aku menggilaimu. Aku hanya percaya one day kita kan bertemu lagi, untuk merangkai mimpi - mimpi kita menjadi nyata, waktu untuk kita saling menyanding bersama dalam cinta.
Amin..

as part of you has grown in me,
Never apart in distance but not in heart,

"Dinda.. bersabarlah, aku pasti datang ke kotamu itu lagi... dan melewatkan hari bersama lagi.. "

With Love @);-
Yosi Syafninella

0 komentar:

Posting Komentar