
"Bludreg" sebuah kata yang pas untuk menggambarkan diriku saar ini, segitunya ? yap.. memang, kali ini masih tentang urusan wanita.. (tanpa malu) semenjak dia pulang dari sini beberapa minggu yang lalu maka inilah yang terjadi, hanya cekcok aja yang terjadi dari hari ke hari adalah cekcok demi cekcok!! tiada makian, umpatan dan sumpah serapah saat berkomunikasi via telpon, keadaan ini semakin hari semakin buruk dan terusssss memburuk. Aku ngerasa ada aja masalah yang bertubi tubi menghantam kami, pusing aku jadinya. Ada saat aku merasa pasrah dengan semua keadaan ini, aku pengen akhiri semua ini, aku pengen berhenti, aku ndak mau tau dengan apapun yang akan terjadi !!! tapi rupanya tidak demikian yang terjadi, semakin aku coba lari semakin dekat dan kencang "dia" mengejar dan dekati aku, seakan ndak sanggup lagi.
Semalam dia memintaku untuk menelpon dia, malas sebenernya aku untuk menuruti permintaanya, tapi rasa hati ini terlalu lemah untuk "tega" membiarkannya, dan seperti kuduga, hal yang rutin terjadi kembali terjadi lagi, ndak ada selain pertengkaran yang terjadi. ya Tuhan... dimatanya adalah SALAH apa apa yang aku lakukan, apa apa yang keluardari mulutku ini adalah salah besar, padahal aku dah bicara dan berbuat sepenuh hari, menuruti hati nuraniku. bener bener tulus berniat baik, tapi kenapa masih saja prasangka yang timbul ??? kenapa ??
Siang ini sesaat aku berangkat kerja kembali terulang lagi, kali ini sedikit lebih serius kurasa daripada yang sudah. semua itu sangat membebaniku, semua masalah itu penuh sesak menjejali di setiap ruang otaku ini, aku ndak sanggup lagi mendengar tangisnya, aku ndak bisa membayangkan kesedihannya, aku ndak kuasa melihat kehancurannya, tapi kenapa setiap apa yang aku lakukan adalah salah menurut dia ? kenapa ?
Ya Tuhan, hanya melalui Tangan-Mu aku memohon kasianilah dia, sayangilah, lindungilah dan tunjukkan jalan yang t erang buat dia, seseorang yang aku sayangi (meski mungkin rasa itu kian hilang). Aku tau dihatinya tinggal kebencian untuku, aku ndak berharap kan kasih sayangnya, aku hanya berharap yang terbaik untuknya, kumohon ya Tuhan lindungilah dia dengan kekuatanMu,karena aku sudah tak sanggup berbuat apapun untuknya.
Secangkir kopi, sebatang rokok dan alunan musik reggae uncle bob menemani kepenatanku ini, bayangan saat saat indah bersama sekilas didepanku, impian impian dan harapan akan kebahagian di masa datang seaakan hilang musnah entah kemana, bergantin dengan amarah yang memuncak, apa yang telah terjadi hingga semuanya menjadi kacau seperti ini. Tiada lagi tawanya yang memancarkan kebahagiaa, tiada lagi canda untuk membuatku tertawa, tak ada lagi panggilan sayang semua hanyalah amarah!! Aku hanya berharap (jika masih boleh) semoga yang terbaik terjadi padanya dan kehidupannya, cukup sudah semua ini menghancurkannya, cukup sudah.
0 komentar:
Posting Komentar