Jumat, September 07, 2012

Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

Ucapan adalah do'a, itu yang sering aku dengar dari orang - orang, mungkin itu juga yang sedang aku alami, beberapa waktu yang lalu istriku sering becandain aku, dia sering bilang " kapan ya punya mobil sendiri, biar ndak kedinginan pas jalan malam, kepanasan pas waktu siang, dan yang pasti ndak keujanan waktu hari hujan" aku sih cuma jawab singkat aja "amiin" kubilang, hehehe.. ya aku anggap semua celoteh biniku sebagai do'a aja. Kebetulan belum lama ini bertambah anggota keluarga kecilku, hadirnya si junior 3 bulan yang lalu berarti bertambah pula jumlah kursi armada atau kendaraan ku, sementara kami masih "nomaden" antara jogja <--------> klaten, kadang seminggu sekali kami harus mudik dari jogja ke klaten dan biasanya kami naek motor bebek kesayangan saya :D namun semenjak hadirnya si buah hati aku jadi jarang mudik lagi, aku masih ndak tega untuk bawa dia bepergian jauh dengan motor. Lagipula orang tua dan istri ndak bakal ngasih ijin aku bawa si junior naek motor :D

Tuhan memang maha adil, dia tau apa yang umatNya butuhkan, ketika kita mempunyai keinginan akan sesuatu, namun Tuhan merasa bahwa kita belum butuh apa yang kita inginkan tersebut maka Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tadi pada kita. Namun sebaliknya bahwa aku percaya Tuhan akan memberikan pada umatNya sesuatu yang dibutuhkanya. Bingung ya ? sudahlah... hehe :D

Jadi ceritanya belum lama ini ada teman kakaku yang mau jual mobil tuanya, murah bahkan jika dibandingkan motor bebeku,
maklum juga usia mobil itu masih lebih tua jika dibanding umurku (29th) :D singkat kata mungkin karena aku sedang butuh, dan juga celotehan istriku selama ini akhirnya motor bebek kesayanganku aku jual dan ku beli mobil tua temen kakaku tersebut, kondisi mobil ya seperti mobil tua pada umumnya, perlu banyak yang mesti di benerin, dari lantai dan body yang sudah keropos, cat yang sudah pada melentung di mana - mana, ac mati, radio yang kemruek :( tapi yang penting masih bisa jalan dan bisa kapan aja bawa junior touring hehehehe :D

Lancer SL tahun 82' belang warna merah hitam (cocok banget ma ane yang milanisti) :p Tak lama setelah aku lego mobil tersebut aku mulai mencari cari tau tentang sejarah mobil tersebut, masih banyak tulisan yang aku dapatkan dari mbah google, dari sejarah, karakter mobil, spesifikasi mobil sampai komunitas, karena kebetulan aku domisili di jogja - klaten, maka pertama aku pernah coba ikut nimbrung komunitas lancer sl di klaten, pesertanya emang minim sih, tapi aku bersyukur bisa kenal mereka, setelah itu baru aku temukan komunitas lancer sl di jogja di Jogja Lancer SL Club yang biasa ngumpul di bawah fly over janti yang kebetulan masih dekat dengan kost ku :D alhasil sekarang tiap sabtu malam aku bawa anak istriku nimbrung ma komunitas tersebut, sudah beberapa event juga yang aku ikuti bersama mereka, AlhamdulilLah, jadi tambah teman.

Aku hanya berharap semoga aku menjadi umat yang bersyukur atas karuniaNya, semoga dengan hadirnya Rossoneri bisa bermanfaat bagi keluarga kami, bisa jadi "sobat" yang ndak rewel bagi kami.. aamin..
welcome Rossoneri 057.

Baca Selanjutnya »»

Jumat, Juni 01, 2012

Anugrah terindah


AlhamdulilLahirobbil’alamin.. segala puji bagi Allah pencipta semesta, segala puja puji aku panjatkan kehadiratmu ya Allah. Engkau telah kabulkan do’a kami selama ini, satu lagi bukti kebesaran-Mu, nikmat yang Engkau berikan tak kan terbalaskan. Setelah beberapa waktu kami menikah, akhirnya hadir juga  momongan buat kami berdua, hadirnya sang buah hati yang telah lama kami tunggu, tepatnya tanggal 23 mei 2012 kemarin. Sedikit bercerita, hari Minggu kemarin saya bersama istri masih sempat untuk jalan - jalan seputar kota sekedar melepas penat. Bermotor kami berkeliling kota Jogja, sempat pula kami singgah di Tamansari dan berjalan-jalan disana. Hingga pada selasa dini hari kira kira pukul 02.00 istri saya mengeluhkan perutnya yang terasa sakit, pada awalnya aku merasa “ah itu paling sakit biasa yang dirasakan wanita hamil” saya belum juga ngerasa panic atau apapun. Namun saat itu istri ku masih saja mengeluh sampai subuh tiba, hingga aku putuskan untuk membawa ke klinik tempat kami biasa memeriksakan kandungan istri saya. Kurang lebih pukul 07.00 pagi kami sudah berada di sebuah Rumah Sakit khusus di daerah babarsari, sampai di sana istri saya  langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk pemeriksaan lebih lanjut, seorang dokter perempuan berjilbab memeriksa kehamilan istriku, kami berdua harap – harap cemas akan hasil pemeriksaan, pikiran berkecamuk tak tentu arah di hadapan kami, apakah karena kecapean naik motor kemaren hingga terjadi hal ini.. ? sekitar 30 menit kami menunggu pemeriksaan dokter itu, dokter mengatakan kalo istri saya harus tinggal / menginap di RS tersebut karena sudah ada tanda – tanda melahirkan. Senang, kaget, shock, panic dan terharu tercampur di hati kami, mata kami pun sesaat saling berpandangan di sebuah bangsal yang terpisahkan tirai di ruangan itu. Aku mencoba merasakan apa yang istriku rasakan.. Ya Allah benarkah anak kami akan segera hadir.. ? ya Allah berikanlah kelancaran persalinannya, kesehatan bagi anak dan istri saya.. begitu banyak yang berkecamuk di otakku saat itu, aku yakin begitupun dengan istriku. Namun apapun itu aku serahkan kembali padaMu ya Allah, aku kan menerima apapun kehendakMu, karena dariMulah yang terbaik bagi umatMu. Semua aku pasrahkan padaMu ya Allah.

Setelah selesai mengisi formulir pendaftaran pasien istriku di pindah ke sebuah ruangan sementara sembari menunggu ruangan istriku di persiapkan. Di ruangan tersebut kami masih seakan tak percaya akan yang terjadi saat itu. Ya istri saya akan melahirkan… tak lama lagi kami akan menjadi orang tua.. kami memberikan kabar kepada orang tua dan saudara-saudara kami sambil memohon do’a untuk kelancaran persalinan nanti. Sebelumnya kami berdua sempat mempunyai rencana untuk melakukan proses persalinan di kota kami Klaten, mengingat kebanyakan keluarga kami tinggal di kota tersebut, sehingga mereka lebih mudah untuk memantau perkembangan kami. Namun rupanya Allah berkehendak lain.

Aku pulang untuk mengambil perlengkapan melahirkan,
beberapa kain jawa (jarik) dan pakaian ganti untuk istriku aku ambil dari kost, hari selasa siang siap dzuhur aku kembali ke RS untuk menemani istriku. Saat itu istilah dokter masih “bukaan Pertama” awalnya aku masih belum ngeh juga soal itu, namun yang aku tau ada 10 tahap pembukaan seseorang yang akan melahirkan.  Kami berpikir kalo mungkin masih besok siang anak kami lahir, jadi saya mengabari orang tua kami untuk tidak terburu-buru datang menjenguk kami, mengingat jarak rumah kami dengan RS yang lumayan jauh. Tak lama kemudian istri saya di pindahkan ke ruangan yang telah kami pesan, ruangan kelas II di RS tersebut, sebuah ruangan dengan dua ranjang untuk pasien yang dipisahkan oleh selembar tirai kain.  Ketika kami datang ke ruangan tersebut kami dapati ranjang sebelah kosong namun terdapat barang – barang layaknya pasien di rumah sakit, ada parcel buah-buahan, air mineral dalam kemasan, roti dan sebagainya, aku pikir mungkin pasien ini sedang di ruangan operasi atau tindakan. Kami menunggu sesuatu yang masih belum kami tau, yang kami tau saat itu istri saya baru memasuki bukaan ke dua, kakak perempuanku mengirim pesan kalau bukaan ke 2 sampai melahirkan itu kadang masih butuh waktu lama, bahkan kalo di bidan disuruh balik ke rumah dulu. Kami yang belum berpengalaman masih bingung dengan apa – apa yang bakal kami temui ke depan. Hingga tak terasa hari menjelang sore telah tiba. Ada beberapa kalo suster memeriksa tekanan darah dan menghitung denyut jantung anak kami. Sore hari bapak ibu dan kakak dari Klaten datang ke RS menjenguk  istriku, mungkin memang orang tua selalu begitu, mengkhawatirkan keadaan anak, hingga mereka datang untuk memastikan semuanya baik – baik aja, aku kabarkan ke mereka kronologi dari kemarin hingga saat itu. Ibu memaksa untuk tinggal di RS menemani kami, namun saya menolaknya mengingat menurut perkiraan saya proses persalinan masih lama dan tidak ada tempat beristirahat untuk ibu nanti. Setelah aku bujuk akhirnya ibu mau juga untuk kembali pulang ke rumah klaten sambil menunggu kabar perkembabgan dariku yang di RS. Selepas maghrib mereka kembali ke Klaten, sedikit banyak aku tau dan mencoba tau apa yang mereka rasakan. Sekitar pukul 19.00 selepas isya’ datang seorang suster bersergam warna hijau muda ke ruangan tempat istri saya di rawat, dia mengatakan bahwa akan dilakukan tindakan induksi (pacu) pada istri saya karena sudah sampai pada waktu yang ditentukan tidak ada perkembangan pembukaan seperti yang diharapkan. Akupun menandai surat persetujuan tindakan “pemacuan” tersebut, tak lama istri saya dibawa ke ruang tindakan, dan aku pun menemaninya, karena dalam hatiku aku berjanji untuk selalu berada di samping istriku dalam masa persalinan ini. Aku tak tega untuk meninggalkan istriku sendiri menghadapi semua ini.

Pukul 19.00 lebih kami sudah masuk di sebuah bangsal dengan 3 bilik yang terpisahkan oleh tirai berwarna krem, di setiap bilik terdapa ranjang kusus berwana putih dengan busa hitam dan di sebelah kanan kirinya terdapat semacam alat berbentuk sadel sepeda "ontel", yah ternyata alat itu adalah untuk menyangga kaki dari pasien yang akan melahirkan. Kami mendapat bilik nomer 1, bilik paling ujung di bangsal itu, ketika kami datang di 2 bilik yang lain sudah terisi oleh pasien pasien yang akan melahirkan, bahkan di bilik nomer 2 sudah akan dilakukan proses persalinan, karena ada seorang suster yang mengatakan pada saya untuk tidak boleh keluar masuk karena di sebelah sedang dilakukan proses persalinan. Begitu sampai di bilik tersebut istriku langsung diberikan injeksi dan semacam obat hisap, kata perawat itu adalah obat pemacu. Setelah diberikan obat tersebut kami menunggu reaksi obat tersebut, karena ternyata membutuhkan waktu untuk obat tersebut bereaksi. Sembari menunggu kami tanpa sengaja mendengarkan proses persalinan di bilik sebelah, suara dokter, suster dan sang pasien yang sedang berusaha bersama dalam menyambut datangnya seorang bayi ke dunia ini. Saat itu aku merasakan gemetar dan pikiran seakan melayang, mengapa masih ada saja anak yang berbuat tidak baik dengan  seorang ibu, ibu yang bersusah payah mengandung selama berbulan-bulan, ibu yang mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan. Aku makin miris ketika teringat berita di tv tentang aborsi dan anak yang di buang serta di telantarkan orang tuanya disaat orang lain bersusah payah untuk memiliki seorang momongan… !!

Setelah beberapa saat akhirnya pasien sebelah berhasil melahirkan, berubahlah situasi tegang yang selama persalinan tadi menjadi mencair penuh canda tawa suka ceria, sementara kami masih menunggu dan berharap-harap cemas, mungkin seperti halnya pasien di bilik nomer 3. Kami masih menunggu dan menunggu, seakan waktu berjalan begitu lama, ingin segera kudapati pagi hari dengan hati gembira, beberapa kali suster datang untuk memeriksa kondisi istri saya dan bayi dalam kandungan. Istriku mengeluh kesakitan dan semakin sakit. Beberapa kali dia mengeluh bahwa dia tidak mampu untuk melanjutkan, dan beberapa kali dia berteriak histeris untuk meminta di Caesar aja atau kalau ada jalan lain. Sedikit membuatku panic memang, aku pun mengerti dan memahami apa yang istriku rasakan, namun aku selalu memberikan motovasi, semangat pada dia untuk terus berusaha, begitupun dengan para suster di ruangan  tersebut. Kalo mengingatnya aku sungguh merasakan, bahwa menjadi seorang ibu adalah hebat.. istriku semakin menjadi dalam merasakan sakitnya. Beberapa kali dia berteriak histeris. Waktu berjalan terasa lama, pukul 23.00 suster bilang pada kami kalo sudah bukaan 8, sedikit membuatku tenang, aku berharap proses ini akan cepat selesai dan selamat semuanya. Istriku kian menjadi mengeluh menjerit kesakitan, tak lama kemudian suster menghubungi dokter yang akan memimpin persalinan, skitar beberapa lama kemudian dr. Okta yang biasa memeriksa kehamilan istriku datang juga, hatiku kian kuat, ntah kenapa begitu dokter datang aku merasa kalo proses melahirkan ini akan beres. Setelah beberapa jam terlewati akhirnya pukul 00.27 lahirlah anak pertama ku, dengan berat badan 2750 gr, panjang 45 cm, sungguh aku tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan waktu itu, bahagia, bersyukur, sungguh indah, terimakasih Tuhan atas anugrah terindah ini.

Setelah selesai proses melahirkan dan ari – ari sudah keluar, ternyata istriku harus mendapatkan bebarapa jahitan, mungkin itu wajar dialami wanita yang siap melahirkan, anakku yang sudah dibersihkan di berikan kepada istriku untuk dilakukan proses Inisiasi Menyusui DIni atau IMD.  Sungguh keajaiban telah terjadi dihadapanku, di depan mata kepalaku sendiri, makhluk kecil itu sungguh suatu bukti kebersaran Tuhan. Aku berjanji akan merawat, menjaga dan mengasuh titipan-Mu sebaik-baiknya ya Allah.. berikan aku kekuatan dan bimbingan-Mu. Tak lupa ku kumandangkan Adzan dan Iqomat di ke dua telinga putra kami. semoga kelak besar menjadi anak yang sholeh.. aamiin Ya Robbal'alamin.

Setelah semua proses terlewati istriku pun dipindahkan ke ruangan rawat, namun si adek mesti di bawa ke ruangan bayi. Berapa kali aku bertanya pada suster apakah anak saya sehat ? dan suster pun menjawab kalo anak kami sehat. Istriku dua hari menginap di RS tersebut, kamis pagi kami sudah mendapatkan ijin untuk pulang kerumah kami, pagi itu juga kami menyelesaikan administrasi untuk kemudian pulang di siang hari, bapak ibuk, kakak dan keluarga dari klaten menjemput, sementara aku pulang sendiri dengan motor bebeku, rasa kantuk capek lelah bercampur aduk jadi satu, mungkin karena sudah beberapa hari ini aku kurang tidur dan kurang istirahat, namun di sisi lain kebahagiaan yang tak ternilai aku rasakan seakan menghapus semua lelah dan kantukku, Terimakasih ya Allah.. J  mungkin ini jawaban dari Mu ya Allah, bebarapa bulan yang lalu pakde kakak dari ibu ku meninggal dunia di lampung, kemudian beberapa hari yang lalu adik perempuan ayahku pun engkau panggil untuk selama-lamanya, namun kemudian Engkau ganti kami dengan lahirnya anak perempuan dari kakakku dan anak lekaki pertamaku, sungguh rahasiaMu indah ya Allah.. Semua memang menjadi misterimu ya Allah.. dari caraMu mempertemukan kami.. mengikat kami dalam jalinan suci do'a - do'a kami Subhanallah.. Maha suci Allah... 

Baca Selanjutnya »»

Sabtu, Februari 25, 2012

Terimakasih Tuhan





AlhamdulilLahiRabil'alamin.... segala puji bagi Allah Tuhan semeta alam.....
Sujud syukurku ke hadiratMu ya Allah atas semua karunia yang engkau berikan kepada kami... Ingin aku tumpahkan rasa syukur dan bahagiaku ini, setelah setahun yang terasa begitu panjang penantian kami, setelah setan mulai berbisik untuk berputus asa, setelah setan memilih untuk berburuk sangka, memang... Engkau telah menunjukkan kebesaranMu ya Rob..


Setahun sudah usia pernikahan kami, begitu banyak peristiwa dalam biduk rumah tangga kami, suka duka, tawa canda serta tangis kami alami, namun kehadiran seorang momonganlah yang sangat kami nantikan, waktu terus berjalan, tak terasa bulan demi bulan kami telah menjalani rumah tangga ini, namun tanda - tanda akan kehadiran si kecil belum juga nampak, setiap bulan kami selalu menantikan akan kehadirannya, namun setiap bulan juga kami harus lebih bersabar lagi ketika mendapati berita sebaliknya, konsultasi ke dokter terus kami lakukan, obat dan vitamin dari dokter juga sudah kami tebus, saran dari teman dan kerabat sudah kami jalani, kami hanya pasrahkan kepadaNya, karena dariNyalah semua berasal, dariNyalah sesuatu terjadi dan tidak.. setiap malam kami sujud memohon dan meminta, hingga akhirnya aku ikhlaskan, bahwa apapun itu yang diberikan dari Allah adalah yang terbaik bagi kami..

Kami juga mesti bersabar ketika pasangan lain yang menikah setelah kami sudah dikaruniai momongan, kami mesti bersabar ketika setiap saat kami harus menjawab pertanyaan dari sahabat dan saudara kami, yang sebenernya kami sudah bosan untuk menjawabnya, selain juga karena menjawab pertanyaan itu hanya akan membuat istriku bersedih :( Hingga suatu waktu istriku harus melanjutkan pendidikannya, hingga kami pun harus hijrah ke jogja (selama ini klaten - jogja PP). Sekitar bulan sembilan setelah lebaran dan saat itu adalah mulainya tahun ajaran baru kami memutuskan untuk kost di jogja, yah.. kost, sewa kamar seperti mahasiswa itu. Sebuah kamar berukuran 3x2.5 m menjadi hak kami, sekaligus sebagai tempat segala aktivitas kami sehari-hari, tempat beristirahat, tempat berlindung dari panas hujan dan semuanya. Tempat yang sangat sederhana, tempat tinggal kami ini memang dekat dengan kampus istriku dan tak jauh pula dengan tempat kerjaku, memang sengaja kami cari di tengah - tengah. Waktu tempuh dari kantorku sekitar 5 menit begitupula dari kampus istriku, sebagai perbandingan sebelum kost saya harus menghabiskan 35-45 menit di atas motor untuk menuju tempat kerja, selama 7 hari seminggu, jadi memang sedikit berkurang capek, mungkin ini salah satu hikmah yang bisa kami petik dari keputusan kami untuk kost. Memang istriku juga keliatan lebih ceria, waktu untuk kami bisa bersama pun lebih panjang dan mungkin lebih berkualitas.

Kuliah sekarang menjadi aktivitas rutin bagi istriku, sedangkan aku masih saja dengan rutinitas lamaku bergumul dengan kabel dan dering telpon :( tak terasa beberapa bulan sudah kami kost, hingga satu waktu kami berniat untuk merayakan hari ulang tahun pertama pernikahan kami 20 Oktober 2011, beberapa hari sebelumnya aku sudah mencari tempat makan yang enak dan pas di kantong tentunya :D hingga aku bawa istriku untuk merayakan malam ulang tahun pertama pernikahan kami di sebuah rumah makan seafood di jalan palagan jogja. Hari itu tanggal 20 Oktober 2011, tepat setahun yang lalu kami berjanji untuk setia sampai mati dalam suka dan duka. Kami bercerita dan kembali ke masa - masa pacaran kami, mengulang kembali begitu banyaknya peristiwa yang telah kami alami selama ini. Dari cara kami berkenalan, ketika ultah mu, Long Distance kita, berantem, sampai menikah dan bermain dan bercanda hingga sekarang kami sedang belajar membangun rumah tanggal kecil. Sepulang dari makan dan jalan-jalan kami pulang ke kost, karena besok pagi aku harus kerja pun begitu dengan istriku yang mesti kuliah. Sesampai di kost tak seperti biasa aku tak langsung masuk kamar, melainkan ngobrol dengan bapak kost kami, bercerita ngalor ngidul, hingga ditengah cerita tiba-tiba dari kamar istriku memanggilku dengan sedikit histeris, aku pikir ah paling ada tikus masuk kamar, aku beranjak ke kamar, istriku dengan muka berseri dan bersinar menyambutku sambil menunjukan sebuah testpack dengan hasil positif..!! :D Antara bahagia, kaget, tidak percaya dan semuanya berkecamuk di hatiku, istriku memelukku mencoba meyakinkanku yang masih tidak percaya dengan test pack tersebut, Aku masih takut bahagia, aku takut terlalu berharap untuk kemudian jatuh lagi, aku tanamkan dalam diri bahwa aku belum boleh terlalu bahagia dulu hingga semuanya pasti. Aku minta pada istriku untuk test beberapa kali lagi, aku pergi ke sebuah apotek untuk membeli test pack. Esok pagi hari, istriku bagun pagi untuk test yang kedua, hasilnya positif lagi !!, dan yang ketiga pun positif... Ya Allah jika memang Engkau sudah percayakan pada kami, maka sungguh kami bersyukur dan berterimakasih atas itu semua. Untuk lebih meyakinkan kami, akhirnya kami pergi ke sebuah bidan untuk test lebih lanjut, si bidan pun bicara kalau istriku sudah hamil 4 minggu  !! :D masih belum yakin kami pergi ke dokter spesialis, hasilnya pun sama, hamil 4 minggu lengkap dengan hasil USG dan obat dan vitamin :D. AlhamdulilLah... hari itu aku berjanji untuk menjaga istri dan calon anaku sebaik-baiknya, aku akan lakukan apapun yang terbaik untuk mereka. Aku sungguh bahagia, karena Insya Allah tak lama lagi aku kan menjadi seorang ayah... aamiin.. sesuatu yang setahun ini aku tunggu - tunggu.. terimakasih ya Allah..

Sejak saat itu kami rutin periksa setiap sekali sebulan, kami bahagia mengikuti perkembangan calon anak kami, dari peristiwa ngidam, morning sick si istri, gejala-gejala awal kehamilan, capek-capek, manja-manja, minta dipijit, pokoke istri jadi super manja dan caper banget deh.. aku sih mikirnya demi anakku apapun akan aku lakukan :D ya udah deh aku turutin semua permintaan istriku, ngidam yang paling aneh adalah ketika dia minta gimbot !! jaman sekarang kok masih minta gimbot, bukanya di setiap hp / ponsel sudah ada permainan gamenya ? ck ck ck.. akhirnya aku dapet juga gimbot di pasar kuncen seharga 20 ribu :D

Setiap kami pergi periksa dan melihat hasil USG serta mendengar keterangan dokter tentang perkembangan anak kami, kami selalu tersipu malu bahagia, sedikit tak percaya kami akan menjadi orang tua... :) Saat ini usia kehamilan istriku sudah 5 bulan lebih, AlhamdulilLah sejauh ini semua lancar, sehat dan baik - baik saja, bahkan junior sudah mulai aktif di dalam perut bundanya, sudah mulai nendang - nendang sampai bikin bundanya meringis :D

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah Engkau berikan pada kami, jadikanlah kami orang yang bersyukur atas nikmat karuniaMu ya Allah,
Ya Allah, Engkau telah menjawab do'a kami selama ini, disaat kami mulai putus asa, Engkau tunjukkan kebesaranMu..


Berikan kesehatan pada anak dan istri kami ya Allah, aku berjanji untuk menjaga mereka sebaik - baiknya, mendidiknya, membimbingnya di jalanMu.. Aamiin Ya Robbal'alamin...

Baca Selanjutnya »»