Hidup, mati, jodoh dan nasib manusia memang sudah di gariskan oleh-Nya.. manusia hanya bisa menjalani saja.. begitu juga ketika ajal menjemput kita.. apa kita bisa menolaknya.. apa kita bisa meminta untuk menunda supaya kita bisa persiapkan semuanya..? tidak.. ketika ajal sudah menjemput kita.. maka tak kan ada yang dapat menghalanginya lagi.. lalu kapan maut kan datang ? Hanya Tuhan yang tau.. beberapa hari kemaren ada tetanggaku meninggal dunia karena kecelakaan kerja.. bahkan malam ini belum juga 7 harian.. seperti tidak ada hal yang janggal.. hari itu teman itu bangun pagi untuk kemudian bersiap untuk berangkat kerja demi mencukupi kebutuhan keluarganya.. ibunya sudah janda.. sementara seorang teman itu mempunyai 3 orang anak dan seorang istri yang menjadi tanggungjawabnya.. 2 orang anak diataranya belum genap berumur 2 lapan (35 hari perhitungan jawa). apa aja dia lakukan demi menghidupi keluarganya.. dari jualan "some" palsu yang di jual ideran itu.. menjadi kenek truk pasir.. mencari pasir di kali.. semua dia lakukan dengan ikhlas.. pagi itu dia bersama kelompoknya mendapat jatah untuk mencari pasir di bekas penambangan pasir liar di daerah kami.. biasa di di sebut "begonan" dari kata Back hoe (alat berat).. mencari pasir.. sampai membuat lubang-lubang di tanah padas dan berpasir.. hal yang biasa mereka lakukan.. hingga saat naas itu.. ketika seorang temen tersebut berada di lubang tempat dia mencari pasir.. tiba" lubang tersebut longsor mengubur tubuhnya hidup".. Astagfirullah.. kepanikan dan shock dirasakan setiap orang yang berada di TKP saat itu.. sudah 15 menit lebih ketika rekan" nya mencoba menolongnya dengan membersihkan pasir longsoran itu.. tapi masih belum keliatan seorang teman itu... hingga beberapa menit kemudian perlahan" tampak sedikit demi sedikit tubuhnya diantara tumpukan pasir dan padas.. setelah terkubur beberapa lama itu.. dan benturan itu.. ? ya Allah.. darah mengalir deras dari bagian belakang kepala teman.. tubuhnya tak bergerak lagi... akhirnya rekan"nya membawa ke Puskesmas... itupun harus menempuh kurang lebih 10km dari TKP.. sampai dokter di puskesmas memberikan kabar buruk itu.. telah hilang seorang teman kami! telah Kau ambil seorang teman yang baik hati.. yang selalu membuat hari" kami menjadi ceria dengan canda nya.. lalu bagaemana dengan anak" isteri dan ibu teman kami?? bagaimana dia harus melanjutkan hidupnya? terasa tidak adil semua ini.. mengapa tak Kau ambil mereka yang lebih beruntung hidupnya ? kenapa harus teman kami ? Ya Allah.. telah Kau tunjukkan Kuasa-Mu..
Selamat jalan kawan.. pergilah dengan tenang... kini kau telah lepas dari semua bebanmu itu.. kau telah bebas dari sakitmu.. hanya do'a yang bisa kami panjatkan untuk kebaikanmu.. semoga kau di terima di Sisi-Nya... Amin..
Sayuk : kamis 11 December 2008..
0 komentar:
Posting Komentar