“Bapak….” Biasa kami memanggilmu,engkaulah tempat kami berkeluh kesah ketika kami dapati masalah, engkaulah tempat kami meminta ketika kami tak punya dan kau pasti kan memberikan entah bagaimanapun caranya meski sebenernya bapak ndak punya, dimata kami bapak selalu punya dan selalu bisa.. kami selalu tak peduli dengan cara itu. Bapak selalu tau apa yang kami rasakan, Bapak sempurna bagiku, bapak akan melakukan apapun demi kami anaknya, meski tak jarang kami selalu membuatmu kecewa dan sedih, membuatmu berpikir… bahkan saat bapak-bapak lain seusiamu sedang menikmati masa tuanya dengan bercanda dengan cucu2nya, bapak masih saja tak berhenti memikirkan kami yang tetap menjadi bebanmu, bapak masih saja terus bekerja keras untuk kami yang juga masih saja terus meminta. Sering kulihat dalam duduk lamunan dibalik kerutan dahimu itu lelah tergambar jelas, mata bapak tak lagi setajam ketika ku masih kecil dulu, gerakanmu kian melamban, tubuhmu tak setegar dulu, bapak… kini engkau sudah tua.. terlalu banyak yang engkau lakukan pada kami, sampai kapan ?? dengan apa kami mesti membalasnya ?? ataukah Allah memang sudah menggariskan hidupmu sedemikian rupa ? selalu berkorban….
Inginku bisa membuat bapak dan ibu bahagia, seperti yang biasa dilakukan setiap anak pada orang tuanya, tak muluk seperti naik haji atau umroh.. atau membalas jasamu ? tidak… semua yang kau lakukan takan terbalas. Aku hanya ingin bapak tak lagi banyak berpikir, aku ingin bapak banyak istirahat, aku ingin bapak menjaga kesehatan, makan teratur, aku ingin bapak tenang menikmati hari tua dan bisa dengan mendekatkan diri pada Allah. Aku ingin… karena engkaulah tempatku mengabdi, namun rupanya tak banyak bisa kubuat.. selain menemanimu ngobrol ringan, sesekali menonton bareng dan mengomentari sinetron walaupun sebenernya aku benci pak prabu apalagi malena :D , memastikan bapak sudah makan… hanya itu pak… tak lebih..
Amin….
0 komentar:
Posting Komentar