Jumat, September 07, 2012

Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

Ucapan adalah do'a, itu yang sering aku dengar dari orang - orang, mungkin itu juga yang sedang aku alami, beberapa waktu yang lalu istriku sering becandain aku, dia sering bilang " kapan ya punya mobil sendiri, biar ndak kedinginan pas jalan malam, kepanasan pas waktu siang, dan yang pasti ndak keujanan waktu hari hujan" aku sih cuma jawab singkat aja "amiin" kubilang, hehehe.. ya aku anggap semua celoteh biniku sebagai do'a aja. Kebetulan belum lama ini bertambah anggota keluarga kecilku, hadirnya si junior 3 bulan yang lalu berarti bertambah pula jumlah kursi armada atau kendaraan ku, sementara kami masih "nomaden" antara jogja <--------> klaten, kadang seminggu sekali kami harus mudik dari jogja ke klaten dan biasanya kami naek motor bebek kesayangan saya :D namun semenjak hadirnya si buah hati aku jadi jarang mudik lagi, aku masih ndak tega untuk bawa dia bepergian jauh dengan motor. Lagipula orang tua dan istri ndak bakal ngasih ijin aku bawa si junior naek motor :D

Tuhan memang maha adil, dia tau apa yang umatNya butuhkan, ketika kita mempunyai keinginan akan sesuatu, namun Tuhan merasa bahwa kita belum butuh apa yang kita inginkan tersebut maka Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tadi pada kita. Namun sebaliknya bahwa aku percaya Tuhan akan memberikan pada umatNya sesuatu yang dibutuhkanya. Bingung ya ? sudahlah... hehe :D

Jadi ceritanya belum lama ini ada teman kakaku yang mau jual mobil tuanya, murah bahkan jika dibandingkan motor bebeku,
maklum juga usia mobil itu masih lebih tua jika dibanding umurku (29th) :D singkat kata mungkin karena aku sedang butuh, dan juga celotehan istriku selama ini akhirnya motor bebek kesayanganku aku jual dan ku beli mobil tua temen kakaku tersebut, kondisi mobil ya seperti mobil tua pada umumnya, perlu banyak yang mesti di benerin, dari lantai dan body yang sudah keropos, cat yang sudah pada melentung di mana - mana, ac mati, radio yang kemruek :( tapi yang penting masih bisa jalan dan bisa kapan aja bawa junior touring hehehehe :D

Lancer SL tahun 82' belang warna merah hitam (cocok banget ma ane yang milanisti) :p Tak lama setelah aku lego mobil tersebut aku mulai mencari cari tau tentang sejarah mobil tersebut, masih banyak tulisan yang aku dapatkan dari mbah google, dari sejarah, karakter mobil, spesifikasi mobil sampai komunitas, karena kebetulan aku domisili di jogja - klaten, maka pertama aku pernah coba ikut nimbrung komunitas lancer sl di klaten, pesertanya emang minim sih, tapi aku bersyukur bisa kenal mereka, setelah itu baru aku temukan komunitas lancer sl di jogja di Jogja Lancer SL Club yang biasa ngumpul di bawah fly over janti yang kebetulan masih dekat dengan kost ku :D alhasil sekarang tiap sabtu malam aku bawa anak istriku nimbrung ma komunitas tersebut, sudah beberapa event juga yang aku ikuti bersama mereka, AlhamdulilLah, jadi tambah teman.

Aku hanya berharap semoga aku menjadi umat yang bersyukur atas karuniaNya, semoga dengan hadirnya Rossoneri bisa bermanfaat bagi keluarga kami, bisa jadi "sobat" yang ndak rewel bagi kami.. aamin..
welcome Rossoneri 057.

Baca Selanjutnya »»

Jumat, Juni 01, 2012

Anugrah terindah


AlhamdulilLahirobbil’alamin.. segala puji bagi Allah pencipta semesta, segala puja puji aku panjatkan kehadiratmu ya Allah. Engkau telah kabulkan do’a kami selama ini, satu lagi bukti kebesaran-Mu, nikmat yang Engkau berikan tak kan terbalaskan. Setelah beberapa waktu kami menikah, akhirnya hadir juga  momongan buat kami berdua, hadirnya sang buah hati yang telah lama kami tunggu, tepatnya tanggal 23 mei 2012 kemarin. Sedikit bercerita, hari Minggu kemarin saya bersama istri masih sempat untuk jalan - jalan seputar kota sekedar melepas penat. Bermotor kami berkeliling kota Jogja, sempat pula kami singgah di Tamansari dan berjalan-jalan disana. Hingga pada selasa dini hari kira kira pukul 02.00 istri saya mengeluhkan perutnya yang terasa sakit, pada awalnya aku merasa “ah itu paling sakit biasa yang dirasakan wanita hamil” saya belum juga ngerasa panic atau apapun. Namun saat itu istri ku masih saja mengeluh sampai subuh tiba, hingga aku putuskan untuk membawa ke klinik tempat kami biasa memeriksakan kandungan istri saya. Kurang lebih pukul 07.00 pagi kami sudah berada di sebuah Rumah Sakit khusus di daerah babarsari, sampai di sana istri saya  langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk pemeriksaan lebih lanjut, seorang dokter perempuan berjilbab memeriksa kehamilan istriku, kami berdua harap – harap cemas akan hasil pemeriksaan, pikiran berkecamuk tak tentu arah di hadapan kami, apakah karena kecapean naik motor kemaren hingga terjadi hal ini.. ? sekitar 30 menit kami menunggu pemeriksaan dokter itu, dokter mengatakan kalo istri saya harus tinggal / menginap di RS tersebut karena sudah ada tanda – tanda melahirkan. Senang, kaget, shock, panic dan terharu tercampur di hati kami, mata kami pun sesaat saling berpandangan di sebuah bangsal yang terpisahkan tirai di ruangan itu. Aku mencoba merasakan apa yang istriku rasakan.. Ya Allah benarkah anak kami akan segera hadir.. ? ya Allah berikanlah kelancaran persalinannya, kesehatan bagi anak dan istri saya.. begitu banyak yang berkecamuk di otakku saat itu, aku yakin begitupun dengan istriku. Namun apapun itu aku serahkan kembali padaMu ya Allah, aku kan menerima apapun kehendakMu, karena dariMulah yang terbaik bagi umatMu. Semua aku pasrahkan padaMu ya Allah.

Setelah selesai mengisi formulir pendaftaran pasien istriku di pindah ke sebuah ruangan sementara sembari menunggu ruangan istriku di persiapkan. Di ruangan tersebut kami masih seakan tak percaya akan yang terjadi saat itu. Ya istri saya akan melahirkan… tak lama lagi kami akan menjadi orang tua.. kami memberikan kabar kepada orang tua dan saudara-saudara kami sambil memohon do’a untuk kelancaran persalinan nanti. Sebelumnya kami berdua sempat mempunyai rencana untuk melakukan proses persalinan di kota kami Klaten, mengingat kebanyakan keluarga kami tinggal di kota tersebut, sehingga mereka lebih mudah untuk memantau perkembangan kami. Namun rupanya Allah berkehendak lain.

Aku pulang untuk mengambil perlengkapan melahirkan,
beberapa kain jawa (jarik) dan pakaian ganti untuk istriku aku ambil dari kost, hari selasa siang siap dzuhur aku kembali ke RS untuk menemani istriku. Saat itu istilah dokter masih “bukaan Pertama” awalnya aku masih belum ngeh juga soal itu, namun yang aku tau ada 10 tahap pembukaan seseorang yang akan melahirkan.  Kami berpikir kalo mungkin masih besok siang anak kami lahir, jadi saya mengabari orang tua kami untuk tidak terburu-buru datang menjenguk kami, mengingat jarak rumah kami dengan RS yang lumayan jauh. Tak lama kemudian istri saya di pindahkan ke ruangan yang telah kami pesan, ruangan kelas II di RS tersebut, sebuah ruangan dengan dua ranjang untuk pasien yang dipisahkan oleh selembar tirai kain.  Ketika kami datang ke ruangan tersebut kami dapati ranjang sebelah kosong namun terdapat barang – barang layaknya pasien di rumah sakit, ada parcel buah-buahan, air mineral dalam kemasan, roti dan sebagainya, aku pikir mungkin pasien ini sedang di ruangan operasi atau tindakan. Kami menunggu sesuatu yang masih belum kami tau, yang kami tau saat itu istri saya baru memasuki bukaan ke dua, kakak perempuanku mengirim pesan kalau bukaan ke 2 sampai melahirkan itu kadang masih butuh waktu lama, bahkan kalo di bidan disuruh balik ke rumah dulu. Kami yang belum berpengalaman masih bingung dengan apa – apa yang bakal kami temui ke depan. Hingga tak terasa hari menjelang sore telah tiba. Ada beberapa kalo suster memeriksa tekanan darah dan menghitung denyut jantung anak kami. Sore hari bapak ibu dan kakak dari Klaten datang ke RS menjenguk  istriku, mungkin memang orang tua selalu begitu, mengkhawatirkan keadaan anak, hingga mereka datang untuk memastikan semuanya baik – baik aja, aku kabarkan ke mereka kronologi dari kemarin hingga saat itu. Ibu memaksa untuk tinggal di RS menemani kami, namun saya menolaknya mengingat menurut perkiraan saya proses persalinan masih lama dan tidak ada tempat beristirahat untuk ibu nanti. Setelah aku bujuk akhirnya ibu mau juga untuk kembali pulang ke rumah klaten sambil menunggu kabar perkembabgan dariku yang di RS. Selepas maghrib mereka kembali ke Klaten, sedikit banyak aku tau dan mencoba tau apa yang mereka rasakan. Sekitar pukul 19.00 selepas isya’ datang seorang suster bersergam warna hijau muda ke ruangan tempat istri saya di rawat, dia mengatakan bahwa akan dilakukan tindakan induksi (pacu) pada istri saya karena sudah sampai pada waktu yang ditentukan tidak ada perkembangan pembukaan seperti yang diharapkan. Akupun menandai surat persetujuan tindakan “pemacuan” tersebut, tak lama istri saya dibawa ke ruang tindakan, dan aku pun menemaninya, karena dalam hatiku aku berjanji untuk selalu berada di samping istriku dalam masa persalinan ini. Aku tak tega untuk meninggalkan istriku sendiri menghadapi semua ini.

Pukul 19.00 lebih kami sudah masuk di sebuah bangsal dengan 3 bilik yang terpisahkan oleh tirai berwarna krem, di setiap bilik terdapa ranjang kusus berwana putih dengan busa hitam dan di sebelah kanan kirinya terdapat semacam alat berbentuk sadel sepeda "ontel", yah ternyata alat itu adalah untuk menyangga kaki dari pasien yang akan melahirkan. Kami mendapat bilik nomer 1, bilik paling ujung di bangsal itu, ketika kami datang di 2 bilik yang lain sudah terisi oleh pasien pasien yang akan melahirkan, bahkan di bilik nomer 2 sudah akan dilakukan proses persalinan, karena ada seorang suster yang mengatakan pada saya untuk tidak boleh keluar masuk karena di sebelah sedang dilakukan proses persalinan. Begitu sampai di bilik tersebut istriku langsung diberikan injeksi dan semacam obat hisap, kata perawat itu adalah obat pemacu. Setelah diberikan obat tersebut kami menunggu reaksi obat tersebut, karena ternyata membutuhkan waktu untuk obat tersebut bereaksi. Sembari menunggu kami tanpa sengaja mendengarkan proses persalinan di bilik sebelah, suara dokter, suster dan sang pasien yang sedang berusaha bersama dalam menyambut datangnya seorang bayi ke dunia ini. Saat itu aku merasakan gemetar dan pikiran seakan melayang, mengapa masih ada saja anak yang berbuat tidak baik dengan  seorang ibu, ibu yang bersusah payah mengandung selama berbulan-bulan, ibu yang mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan. Aku makin miris ketika teringat berita di tv tentang aborsi dan anak yang di buang serta di telantarkan orang tuanya disaat orang lain bersusah payah untuk memiliki seorang momongan… !!

Setelah beberapa saat akhirnya pasien sebelah berhasil melahirkan, berubahlah situasi tegang yang selama persalinan tadi menjadi mencair penuh canda tawa suka ceria, sementara kami masih menunggu dan berharap-harap cemas, mungkin seperti halnya pasien di bilik nomer 3. Kami masih menunggu dan menunggu, seakan waktu berjalan begitu lama, ingin segera kudapati pagi hari dengan hati gembira, beberapa kali suster datang untuk memeriksa kondisi istri saya dan bayi dalam kandungan. Istriku mengeluh kesakitan dan semakin sakit. Beberapa kali dia mengeluh bahwa dia tidak mampu untuk melanjutkan, dan beberapa kali dia berteriak histeris untuk meminta di Caesar aja atau kalau ada jalan lain. Sedikit membuatku panic memang, aku pun mengerti dan memahami apa yang istriku rasakan, namun aku selalu memberikan motovasi, semangat pada dia untuk terus berusaha, begitupun dengan para suster di ruangan  tersebut. Kalo mengingatnya aku sungguh merasakan, bahwa menjadi seorang ibu adalah hebat.. istriku semakin menjadi dalam merasakan sakitnya. Beberapa kali dia berteriak histeris. Waktu berjalan terasa lama, pukul 23.00 suster bilang pada kami kalo sudah bukaan 8, sedikit membuatku tenang, aku berharap proses ini akan cepat selesai dan selamat semuanya. Istriku kian menjadi mengeluh menjerit kesakitan, tak lama kemudian suster menghubungi dokter yang akan memimpin persalinan, skitar beberapa lama kemudian dr. Okta yang biasa memeriksa kehamilan istriku datang juga, hatiku kian kuat, ntah kenapa begitu dokter datang aku merasa kalo proses melahirkan ini akan beres. Setelah beberapa jam terlewati akhirnya pukul 00.27 lahirlah anak pertama ku, dengan berat badan 2750 gr, panjang 45 cm, sungguh aku tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan waktu itu, bahagia, bersyukur, sungguh indah, terimakasih Tuhan atas anugrah terindah ini.

Setelah selesai proses melahirkan dan ari – ari sudah keluar, ternyata istriku harus mendapatkan bebarapa jahitan, mungkin itu wajar dialami wanita yang siap melahirkan, anakku yang sudah dibersihkan di berikan kepada istriku untuk dilakukan proses Inisiasi Menyusui DIni atau IMD.  Sungguh keajaiban telah terjadi dihadapanku, di depan mata kepalaku sendiri, makhluk kecil itu sungguh suatu bukti kebersaran Tuhan. Aku berjanji akan merawat, menjaga dan mengasuh titipan-Mu sebaik-baiknya ya Allah.. berikan aku kekuatan dan bimbingan-Mu. Tak lupa ku kumandangkan Adzan dan Iqomat di ke dua telinga putra kami. semoga kelak besar menjadi anak yang sholeh.. aamiin Ya Robbal'alamin.

Setelah semua proses terlewati istriku pun dipindahkan ke ruangan rawat, namun si adek mesti di bawa ke ruangan bayi. Berapa kali aku bertanya pada suster apakah anak saya sehat ? dan suster pun menjawab kalo anak kami sehat. Istriku dua hari menginap di RS tersebut, kamis pagi kami sudah mendapatkan ijin untuk pulang kerumah kami, pagi itu juga kami menyelesaikan administrasi untuk kemudian pulang di siang hari, bapak ibuk, kakak dan keluarga dari klaten menjemput, sementara aku pulang sendiri dengan motor bebeku, rasa kantuk capek lelah bercampur aduk jadi satu, mungkin karena sudah beberapa hari ini aku kurang tidur dan kurang istirahat, namun di sisi lain kebahagiaan yang tak ternilai aku rasakan seakan menghapus semua lelah dan kantukku, Terimakasih ya Allah.. J  mungkin ini jawaban dari Mu ya Allah, bebarapa bulan yang lalu pakde kakak dari ibu ku meninggal dunia di lampung, kemudian beberapa hari yang lalu adik perempuan ayahku pun engkau panggil untuk selama-lamanya, namun kemudian Engkau ganti kami dengan lahirnya anak perempuan dari kakakku dan anak lekaki pertamaku, sungguh rahasiaMu indah ya Allah.. Semua memang menjadi misterimu ya Allah.. dari caraMu mempertemukan kami.. mengikat kami dalam jalinan suci do'a - do'a kami Subhanallah.. Maha suci Allah... 

Baca Selanjutnya »»

Sabtu, Februari 25, 2012

Terimakasih Tuhan





AlhamdulilLahiRabil'alamin.... segala puji bagi Allah Tuhan semeta alam.....
Sujud syukurku ke hadiratMu ya Allah atas semua karunia yang engkau berikan kepada kami... Ingin aku tumpahkan rasa syukur dan bahagiaku ini, setelah setahun yang terasa begitu panjang penantian kami, setelah setan mulai berbisik untuk berputus asa, setelah setan memilih untuk berburuk sangka, memang... Engkau telah menunjukkan kebesaranMu ya Rob..


Setahun sudah usia pernikahan kami, begitu banyak peristiwa dalam biduk rumah tangga kami, suka duka, tawa canda serta tangis kami alami, namun kehadiran seorang momonganlah yang sangat kami nantikan, waktu terus berjalan, tak terasa bulan demi bulan kami telah menjalani rumah tangga ini, namun tanda - tanda akan kehadiran si kecil belum juga nampak, setiap bulan kami selalu menantikan akan kehadirannya, namun setiap bulan juga kami harus lebih bersabar lagi ketika mendapati berita sebaliknya, konsultasi ke dokter terus kami lakukan, obat dan vitamin dari dokter juga sudah kami tebus, saran dari teman dan kerabat sudah kami jalani, kami hanya pasrahkan kepadaNya, karena dariNyalah semua berasal, dariNyalah sesuatu terjadi dan tidak.. setiap malam kami sujud memohon dan meminta, hingga akhirnya aku ikhlaskan, bahwa apapun itu yang diberikan dari Allah adalah yang terbaik bagi kami..

Kami juga mesti bersabar ketika pasangan lain yang menikah setelah kami sudah dikaruniai momongan, kami mesti bersabar ketika setiap saat kami harus menjawab pertanyaan dari sahabat dan saudara kami, yang sebenernya kami sudah bosan untuk menjawabnya, selain juga karena menjawab pertanyaan itu hanya akan membuat istriku bersedih :( Hingga suatu waktu istriku harus melanjutkan pendidikannya, hingga kami pun harus hijrah ke jogja (selama ini klaten - jogja PP). Sekitar bulan sembilan setelah lebaran dan saat itu adalah mulainya tahun ajaran baru kami memutuskan untuk kost di jogja, yah.. kost, sewa kamar seperti mahasiswa itu. Sebuah kamar berukuran 3x2.5 m menjadi hak kami, sekaligus sebagai tempat segala aktivitas kami sehari-hari, tempat beristirahat, tempat berlindung dari panas hujan dan semuanya. Tempat yang sangat sederhana, tempat tinggal kami ini memang dekat dengan kampus istriku dan tak jauh pula dengan tempat kerjaku, memang sengaja kami cari di tengah - tengah. Waktu tempuh dari kantorku sekitar 5 menit begitupula dari kampus istriku, sebagai perbandingan sebelum kost saya harus menghabiskan 35-45 menit di atas motor untuk menuju tempat kerja, selama 7 hari seminggu, jadi memang sedikit berkurang capek, mungkin ini salah satu hikmah yang bisa kami petik dari keputusan kami untuk kost. Memang istriku juga keliatan lebih ceria, waktu untuk kami bisa bersama pun lebih panjang dan mungkin lebih berkualitas.

Kuliah sekarang menjadi aktivitas rutin bagi istriku, sedangkan aku masih saja dengan rutinitas lamaku bergumul dengan kabel dan dering telpon :( tak terasa beberapa bulan sudah kami kost, hingga satu waktu kami berniat untuk merayakan hari ulang tahun pertama pernikahan kami 20 Oktober 2011, beberapa hari sebelumnya aku sudah mencari tempat makan yang enak dan pas di kantong tentunya :D hingga aku bawa istriku untuk merayakan malam ulang tahun pertama pernikahan kami di sebuah rumah makan seafood di jalan palagan jogja. Hari itu tanggal 20 Oktober 2011, tepat setahun yang lalu kami berjanji untuk setia sampai mati dalam suka dan duka. Kami bercerita dan kembali ke masa - masa pacaran kami, mengulang kembali begitu banyaknya peristiwa yang telah kami alami selama ini. Dari cara kami berkenalan, ketika ultah mu, Long Distance kita, berantem, sampai menikah dan bermain dan bercanda hingga sekarang kami sedang belajar membangun rumah tanggal kecil. Sepulang dari makan dan jalan-jalan kami pulang ke kost, karena besok pagi aku harus kerja pun begitu dengan istriku yang mesti kuliah. Sesampai di kost tak seperti biasa aku tak langsung masuk kamar, melainkan ngobrol dengan bapak kost kami, bercerita ngalor ngidul, hingga ditengah cerita tiba-tiba dari kamar istriku memanggilku dengan sedikit histeris, aku pikir ah paling ada tikus masuk kamar, aku beranjak ke kamar, istriku dengan muka berseri dan bersinar menyambutku sambil menunjukan sebuah testpack dengan hasil positif..!! :D Antara bahagia, kaget, tidak percaya dan semuanya berkecamuk di hatiku, istriku memelukku mencoba meyakinkanku yang masih tidak percaya dengan test pack tersebut, Aku masih takut bahagia, aku takut terlalu berharap untuk kemudian jatuh lagi, aku tanamkan dalam diri bahwa aku belum boleh terlalu bahagia dulu hingga semuanya pasti. Aku minta pada istriku untuk test beberapa kali lagi, aku pergi ke sebuah apotek untuk membeli test pack. Esok pagi hari, istriku bagun pagi untuk test yang kedua, hasilnya positif lagi !!, dan yang ketiga pun positif... Ya Allah jika memang Engkau sudah percayakan pada kami, maka sungguh kami bersyukur dan berterimakasih atas itu semua. Untuk lebih meyakinkan kami, akhirnya kami pergi ke sebuah bidan untuk test lebih lanjut, si bidan pun bicara kalau istriku sudah hamil 4 minggu  !! :D masih belum yakin kami pergi ke dokter spesialis, hasilnya pun sama, hamil 4 minggu lengkap dengan hasil USG dan obat dan vitamin :D. AlhamdulilLah... hari itu aku berjanji untuk menjaga istri dan calon anaku sebaik-baiknya, aku akan lakukan apapun yang terbaik untuk mereka. Aku sungguh bahagia, karena Insya Allah tak lama lagi aku kan menjadi seorang ayah... aamiin.. sesuatu yang setahun ini aku tunggu - tunggu.. terimakasih ya Allah..

Sejak saat itu kami rutin periksa setiap sekali sebulan, kami bahagia mengikuti perkembangan calon anak kami, dari peristiwa ngidam, morning sick si istri, gejala-gejala awal kehamilan, capek-capek, manja-manja, minta dipijit, pokoke istri jadi super manja dan caper banget deh.. aku sih mikirnya demi anakku apapun akan aku lakukan :D ya udah deh aku turutin semua permintaan istriku, ngidam yang paling aneh adalah ketika dia minta gimbot !! jaman sekarang kok masih minta gimbot, bukanya di setiap hp / ponsel sudah ada permainan gamenya ? ck ck ck.. akhirnya aku dapet juga gimbot di pasar kuncen seharga 20 ribu :D

Setiap kami pergi periksa dan melihat hasil USG serta mendengar keterangan dokter tentang perkembangan anak kami, kami selalu tersipu malu bahagia, sedikit tak percaya kami akan menjadi orang tua... :) Saat ini usia kehamilan istriku sudah 5 bulan lebih, AlhamdulilLah sejauh ini semua lancar, sehat dan baik - baik saja, bahkan junior sudah mulai aktif di dalam perut bundanya, sudah mulai nendang - nendang sampai bikin bundanya meringis :D

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah Engkau berikan pada kami, jadikanlah kami orang yang bersyukur atas nikmat karuniaMu ya Allah,
Ya Allah, Engkau telah menjawab do'a kami selama ini, disaat kami mulai putus asa, Engkau tunjukkan kebesaranMu..


Berikan kesehatan pada anak dan istri kami ya Allah, aku berjanji untuk menjaga mereka sebaik - baiknya, mendidiknya, membimbingnya di jalanMu.. Aamiin Ya Robbal'alamin...

Baca Selanjutnya »»

Jumat, Desember 16, 2011

Antrian yang menyebalkan dan service yang memuaskan.

Hm... hari ini adalah hari Jumat, hari di pertengahan bulan terakhir tahun ini. Tak terasa sekitar setengah bulan lagi sudah memasuki tahun baru, tak terasa begitu cepat waktu ini berlalu, entah masih apalagi "resolusi" yang belum tercapai di tahun ini. Anyway ada yang mau aku ceritain, hari ini aku masuk piket, jadi aku ngantor pukul 15.00 pulang besok sore pukul 15.00, yah.. begitulah jadwal kerjaku, kadang memalukan ketika seseorang bertanya jam kerjaku :D tapi itulah fakta jadwal seorang buruh :D (semoga impianku untuk berwirausaha segera mendapatkan jalan.. aamiin) sebenernya sudah bosan juga jadi buruh, ya.. taulah bagaimana kehidupan seorang buruh, semua serba terbatas, dari waktu, expressi sampai salary hahaha... bener bener keadaan yang tidak mengenakan, teringat jaman dulu orang tua bersusah payah membiayai pendidikan ku sampai kuraih gelar sarjana, tapi akhirnya "terpaksa" ngeburuh juga.. hehe..

Ok ok, kita tinggalkan masalah diatas, jadi minggu kemarin ketika aku pulang kampung bapak minta tolong untuk service motor, soalnya udah waktunya service + ganti oli, bapaku emang termasuk tertib soal motor, dan akhirnya baru hari ini aku sempat untuk bawa motor bapak ke bengkel resmi di kota ini, sebelumnya aku sempat cari informasi alamat bengkel terdekat dari kostku sih,
jadi tadi tinggal datang aja. Pagi tadi sekitar pukul 09.00 pagi aku berangkat dari kost, tujuan pertama adalah kantor pos untuk ngebayar angsuran, soalnya jatuh tempo hari minggu besok, jadi daripada repot akhirnya aku sempetin buat singgah, sampai di kantor pos ternyata antrian lumayan panjang, sekitar 30 menit lamanya aku ngantri, begitu tiba di giliranku si bapak-bapak bilang ternyata yang mau aku bayar offline, alias sedang tidak bisa melayani pembayaran via kantor pos, hm... bener bener bikin capek, udah lama ngantri tau tau ndak bisa bayar juga, padahal cuma mau "buang duit" aja... :(

Akhirya aku berangkat ke bengkel juga, begitu sampai bengkel langsung disambut sama bapak-bapak dengan ramah khas jogja, ditanya keluhan-keluhan yang mau diservice, di berikan minum. Jujur baru sekali ini aku ngelihat hal seperti ini (saking katronya aku kali ya), tidak pakai antri seperti di kantor pos tadi. Setelah sekitar 30 menit motor sudah selesai di servis dan sebagainya, aku pikir setelah di service tinggal bayar trus selesei, yang bikin seneng sekalian obat kecewa di kantor pos tadi, ternyata di bengkel ini ada pelayanan cuci motor gratis.. hehe.. jadi bener bener service yang memuaskan, very recommended deh pokoknya, setelah selesai semua aku perhatiin ternyata di sebelah bengkel tempat aku servis ini terdapat bengkel dealer resmi juga hanya saja kali ini dari merk lain, yang menarik perhatianku adalah ternyata di bengkel sebelah ini juga terdapat pelayanan cuci gratis setelah service !! benar benar persaingan yang sehat, dalam hati bertanya " kira - kira siapa yang duluan berinisiatif memberikan layanan cuci gratis ya ? bengkel ini atau yang sebelah ? besok aku tanya deh.. hehe..

Yah, mungkin era bisnis sekarang memang sudah begitu persaingannya, sampai hal terkecilpun, khususnya dalam usaha jasa, memang mengutamakan pelayanan dan kepuasan konsumen, jadi siapa yang dapat melayani paling baik maka dialah yang menang.
Ok.. ini ceritaku hari ini, bagaimana ceritamu... :P

Baca Selanjutnya »»

Kamis, November 24, 2011

Hobby baruku (paper replika)

Bagi yang punya waktu senggang dan bingung mau ngapain saya ada saran nih hobby yang menyenangkan murah dan menarik, papercraf aka paper replika aka ichinogami, adalah pengembangan dari Origami. Seperti yang kita tahu, origami adalah seni melipat dengan menggunakan 1 lembar kertas. Tapi paper replika adalah seni merakit kertas dari beberapa lembar kertas (tidak terbatas). Teknik yang dibutuhkan adalah menggunting, memakai cutter, melipat, membuat kurva dengan kertas, mengelem, dan membentuk kertas

Kelebihan Paper Replika adalah :

1. Lebih murah daripada model plastik dan atau besi.
2. Banyak bentuk yang dapat dibuat, seperti bangunan, character, kendaraan dsb
3. Bisa memodifikasi sesuai keinginan.
5. Bisa juga mendesain sampai merakit sesuai keinginan kita sendiri.

Cara Membuat Paper Replika

1. Sediakan model yang akan dibuat. Model didapat dari beberapa sumber seperti majalah, internet, bahkan bisa buat sendiri dari file 3-Dimensi.
Referensi : www.perikertas.com

2. Setelah mendapat model yang disuka, Print model tersebut di kertas khusus. Kamu bisa memakai kertas InkJet Paper 100gr/120gr, Briefcard 160gr atau Jasmine 175gr, dan jenis kertas lain.
Penting untuk diperhatikan : jenis kertas jangan terlalu tipis dan jangan terlalu tebal.

3. Setelah diprint, saatnya pemotongan dilakukan. Pemotongan dapat memakai cutter atau gunting, sesuai dengan selera dan objek yang akan dipotong. Jika objek pemotongan terlalu kecil, disarankan memakai cutter.

4. Sesaat setelah dipotong, lakukan scoring atau penandaan garis lipatan. Dapat dilakukan dengan pulpen kosong atau garis setengah kekuatan dengan cutter kepada setiap garis lipatan di model kertas.

5. Kemudian, saatnya merakit..!! Gabungkan setiap potongan dengan lem sesuai dengan instruksi perakitan atau gambar referensi.

6. Nikmati model kertas mu..!! Model kertas ini dapat kamu jadikan kado, souvenir, kenang-kenangan atau pajangan.

Alat yang digunakan

Peralatan dasar :
1. Cutter, untuk memotong bagian kecil
2. Gunting, untuk memotong bagian yang agak besar
3. Lem (Fox/UHU), sebagai perekat antar-bagian
4. Penggaris Besi, sebagai panduan untuk cutter

Peralatan khusus :
1. Pinset, sebagai pengganti jari untuk menahan bagian pengeleman
2. Cutter Pen, Cutter khusus yang ujungnya lebih kecil daripada biasanya.
3. Cutting Mat, sebagai alas potong, anti slip, tidak merusak cutter, dan awet
4. Isolasi, untuk menambal kertas yang tidak sengaja sobek

Ok selamat mencoba.. :D

Sumber
PERI

Dibawah ini contoh bebarapa hasil papercraft saya... :D


Densus 88 casual


Densus 88 dari samping


Scorpion


Hugland PMI


Jam gadang & Danbo


Rame - rame

Baca Selanjutnya »»

Jumat, November 04, 2011

Puasa Arafah



Kadang kita terlupa & melupakan bahwa 10 hari-hari di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan-keutamaan, salah satu nya shaum pada tanggal 9 Djulhijjah (puasa arafah) yang tahun ini di Indonesia jatuh pada hari sabtu 5 nov '11, sehari sebelum Idul Adha.

Ini copas dari artikel di blog, mudah2an bisa memotivasi kita untuk melaksanakannya... aamiin..

Tanpa terasa sekarang kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah yang di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan yang dapat kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Di antara amalan yang kita di anjurkan mengerjakannya di bulan Dzulhijjah ini yakni amalan shaum arafah yang mempunyai keutamaan jika kita mengerjakannya. Tentu saja amalan tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh Shalallohu 'alaihi wa Sallam.


Puasa arafah termasuk dari puasa-puasa sunnah dalam Islam yang mempunyai keutamaan yang besar. Dari Abu Qatadah Al-Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:

“Dan beliau -alaihishshalatu wassalam- ditanya tentang puasa pada hari arafah, maka beliau menjawab, “Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa pada hari arafah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sampai-sampai Asy-Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata dalam Taudhih Al-Ahkam (3/210), “Puasa hari arafah adalah puasa sunnah yang paling utama berdasarkan ijma’ para ulama.”

Imam Ash-Shan’ani berkata dalam As-Subul, “Sebagian ulama ada yang mempertanyakan maksud dari dihapuskannya dosa yang belum terjadi, yaitu dosa yang akan terjadi di tahun yang akan datang. Dan hal ini dijawab bahwa yang dimaksudkan di sini adalah orang tersebut akan diberikan taufik untuk setahun yang akan datang agar dia tidak mengerjakan dosa, akan tetapi taufik ini dinamakan sebagai penghapusan dosa untuk menyesuaikannya dengan keutamaan setahun sebelumnya (berupa penghapusan dosa). Ataukah yang dimaksudkan di sini adalah jika dia terjatuh ke dalam dosa pada tahun yang akan datang, maka dia akan diberikan taufik oleh Allah untuk mengamalkan amalan yang bisa menghapuskan dosa tersebut.” Lihat Subul As-Salam (2/339) cet. Daar Al-Kutub Al-Arabi.

Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).

Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.

Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.

Dosa Apa yang dihapus?

Apakah dosa-dosa yang dihapuskan itu meliputi semua dosa, dosa kecil dan dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Dalam masalah ini para ulama berselisih.

Sebagian ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat sebagaimana zhahir hadits. Bahwa semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, atau dosa kecil.

Namun jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Ibnu Rajab, berpendapat bahwa dosa-dosa yang terhapus dengan amal-amal shalih, seperti wudhu', shalat, shadaqah, puasa, dan lainnya, termasuk puasa Arafah ini, hanyalah dosa-dosa kecil.

Pendapat jumhur ini di dukung dengan berbagai alasan, antara lain:

Allah telah memerintahkan tobat, sehingga hukumnya adalah wajib. Jika dosa-dosa besar terhapus dengan semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak dibutuhkan, maka ini merupakan kebatilan secara ijma'.

Nash-nash dari hadits lain yang men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar untuk penghapusan dosa dengan amal shalih.

Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dengan bertobat darinya atau hukuman pada dosa tersebut. Baik hukuman itu ditentukan oleh syariat, yang berupa hudud dan ta'zir atau hukuman dengan takdir Allah, yang berupa musibah, penyakit, dan lainnya.

Bahwa di dalam syariat-Nya, Allah tidak menjadikan kaffarah (penebusan dosa) terhadap dosa-dosa besar. Namun, kaffarah itu dijadikan untuk dosa-dosa kecil (Lihat Jami'ul 'Ulum wal Hikam, syarh hadits no. 18, karya al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali).

Puasa Arafah untuk Selain yang Berada di Arafah

Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak wuquf di Arafah. Adapun bagi kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,

“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).

Setelah kita mengetahui keutamaan puasa hari Arafah ini, maka yang tersisa adalah pengamalannya. Karena setiap manusia nanti akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita untuk berada di atas jalan yang lurus. Amin.


Sumber : http://abu-affan.blogspot.com/2010/1...ah-arafah.html

Baca Selanjutnya »»

Minggu, Oktober 09, 2011

Semoga

Kadang tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tanggal 20 bulan ini genap satu tahun usia pernikahanku, kalau bayi mungkin sudah mulai belajar berdiri dan mulai ngomong satu atau dua patah kata, mungkin itu juga tahap yang sedang aku jalani, kehidupan rumah tangga yang baru aku jalani penuh dengan cerita dan berbagai kejadian, dari yang lucu, nyebelin, jengkelin sampe yang nyenengin. Mungkin memang itulah romantika kehidupan berumah tangga, ada suka duka, ada tawa dan tangis, kadang saling marah, kadang saling rindu..

Sebagai seorang suami aku masih jauh dari "suami idaman" masih banyak kekuranganku, masih banyak belajar lagi bagaimana cara menjadi imam yang baik, menjadi pemimpin keluarga kecil ini. Terkadang masih kuturuti ego ku, kadang emosi yang tak terkendali, meski sebenernya aku sudah berusaha semampuku untuk menjadi lebih baik lagi. Percikan percikan masih terjadi meski frequensi tak setinggi dulu, mungkin salah satu hikmah yang bisa aku ambil dari perjalanan ini.

Jika boleh bercerita, pikiran - pikiran negatif itu masih seneng mendatangiku, ketakutan ketakutan itu seakan tinggal menunggu waktu untuk menjadi nyata :(
meskipun aku yakin Allah selalu ada untuk hambaNya, hanya lantunan do'a yang terpanjat, semoga keluarga ini bisa menjadi keluarga yang Engkau Ridhai ya Allah, tuntunlah hamba menuju jalanMu.. bimbinglah aku menjadi pemimpin dan imam dari istriku.. jagalah kami ya Allah.


Telah 3 minggu ini istriku melanjutkan kuliahnya lagi, semoga semua urusanya lancar, begitupun dengan pekerjaanku. Ya Allah.. luruskan niat kami ya Allah... ikhlaskan hati kami... untuk menerima apa yang telah Engkau berikan, jangan Engkau jadikan kami orang yang tidak bisa mensyukuri karuniaMu.. Aamiin..

Baca Selanjutnya »»

Kamis, Agustus 04, 2011

Hidup II (Obsesi Kp. I/203)



Ebiet G.Ade - Hidup II


Malam ini aku mesti pulang
untuk segera tidur di kamarku yang gelap
Meskipun sebenarnya aku ingin tetap tinggal
untuk menikmati bintang untuk menikmati bulan

Sebentar lagi Kasih beri aku waktu
untuk sekadar mengucapkan selamat malam 
Meskipun aku tak dapat melihat wajahMu
tapi hembusan angin cukup menyatakan 
kehadiranMu untukku

Dan sekarang aku telah tidur sendiri di kamarku
yang gelap dan dingin penuh angan-angan

Dan sekarang aku telah pulang kembali ke rumah
yang kotor dan kecil penuh cita-cita

Di sinilah di kamarku yang gelap ini
Aku ingin menumpahkan kerinduanku
Di sinilah di kamarku yang dingin ini
Aku ingin menangis di pangkuanMu

Hari ini aku pergi sembahyang
untuk mendekatkan diri kepadaMu
Semoga Kau tahu apa yang kumaksudkan
Semoga Kau lebur dosa dan kesilapanku

Baca Selanjutnya »»

Sabtu, Juli 02, 2011

Bapak....

“Bapak….” Biasa kami memanggilmu,engkaulah tempat kami berkeluh kesah ketika kami dapati masalah, engkaulah tempat kami meminta ketika kami tak punya dan kau pasti kan memberikan entah bagaimanapun caranya meski sebenernya bapak ndak punya, dimata kami bapak selalu punya dan selalu bisa.. kami selalu tak peduli dengan cara itu. Bapak selalu tau apa yang kami rasakan, Bapak sempurna bagiku, bapak akan melakukan apapun demi kami anaknya, meski tak jarang kami selalu membuatmu kecewa dan sedih, membuatmu berpikir… bahkan saat bapak-bapak lain seusiamu sedang menikmati masa tuanya dengan bercanda dengan cucu2nya, bapak masih saja tak berhenti memikirkan kami yang tetap menjadi bebanmu, bapak masih saja terus bekerja keras untuk kami yang juga masih saja terus meminta. Sering kulihat dalam duduk lamunan dibalik kerutan dahimu itu lelah tergambar jelas, mata bapak tak lagi setajam ketika ku masih kecil dulu, gerakanmu kian melamban, tubuhmu tak setegar dulu, bapak… kini engkau sudah tua.. terlalu banyak yang engkau lakukan pada kami, sampai kapan ?? dengan apa kami mesti membalasnya ?? ataukah Allah memang sudah menggariskan hidupmu sedemikian rupa ? selalu berkorban….

Inginku bisa membuat bapak dan ibu bahagia, seperti yang biasa dilakukan setiap anak pada orang tuanya, tak muluk seperti naik haji atau umroh.. atau membalas jasamu ? tidak… semua yang kau lakukan takan terbalas. Aku hanya ingin bapak tak lagi banyak berpikir, aku ingin bapak banyak istirahat, aku ingin bapak menjaga kesehatan, makan teratur, aku ingin bapak tenang menikmati hari tua dan bisa dengan mendekatkan diri pada Allah. Aku ingin… karena engkaulah tempatku mengabdi, namun rupanya tak banyak bisa kubuat.. selain menemanimu ngobrol ringan, sesekali menonton bareng dan mengomentari sinetron walaupun sebenernya aku benci pak prabu apalagi malena :D , memastikan bapak sudah makan… hanya itu pak… tak lebih..

Terimakasih atas semua yang telah engkau berikan selama hidupku, terimasih atas pengorbanan dan perjuangan dalam mengasuh dan membimbing kami.Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk telo goreng paling lezat sedunia, untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan
.......jazakallah bil jannah, " semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri,semoga...... .."Selamat ulang tahun pak.. tak ada kado atau buah tangan selain do’a semoga panjang umur, diberikan kesehatan, dimudahkan urusan dunia dan akhiratnya, di jauhkan dari segala macam penyakit, selalu dalam lindunganNya ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO “Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibukuk, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil”

Amin….

Baca Selanjutnya »»

Rabu, Mei 04, 2011

Review : Negeri 5 Menara


"Man jadda wajada" sebuah mantra yang masih terngiang-ngiang hingga sekarang setelah saya selesai membaca sebuah novel yang "heboh" tahun lalu. Tapi bersyukur juga saya bisa membacanya. Novel karangan A.Fuadi ini bercerita tentang kisah hidup seorang anak lulusan SMP yang mempunyai impian untuk melanjutkan SMA dan bercita-cita menjadi Habibie. Sebuah cita-cita yang tinggi. Namun sayang sang ibunda mempunyai keinginan lain, beliau ingin "memberikan" anaknya untuk agama karena prihatin dengan akhlak pemimpin pada waktu itu yang masih dinilai kurang dalam ilmu agama. Kebetulan kampung mereka dekat dengan kampung kelahiran Buya Hamka, seorang ulama terkenal pada masanya, mungkin hal ini juga sedikit banyak mempengaruhi keinginan sang ibu yang mempunyai sifat idealis. Setelah mengalami pertentangan batin akhirnya "Alif" sang anak dengan setengah hati menyanggupi keinginan ibunda namun dengan syarat dia mau mencari ilmu di pulau jawa hasil rekomendasi sang paman yang sedang berada di Mesir.

Cerita mulai menarik ketika "Alif" mulai menceritakan tentang kehidupan di pondok. Disini pula dia menemukan "Menara Lain" atau "Shahibul Menara" (pemilik menara) yaitu teman baru di pondok yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Raja, Baso, Atang, Said dan Dulmajid. Mereka sering berkumpul dan bermimpi dibawah menara sambil menikmati awan yang berarak. Cerita tetang persahabatan dan persaudaraan sejati dalam menjalani hari demi hari di pondok.
Dalam novel ini akan dibukakan kepada pembaca tentang kehidupan di pondok yang ternyata sangat menakjubkan, kedisiplinan, keikhlasan hati, kerja keras dan masih banyak pelajaran lain yang bisa kita petik dari novel ini.

Cerita tentang Baso paling menyentuh hati saya. Baso adalah seorang kutu buku, waktunya adalah untuk belajar dan belajar, dia adalah patokan atau referrensi bagi menara lain ketika memasuki musim ujian. Sayang Baso tidak bisa menamatkan pendidikan di pondok, ternyata Baso adalah seorang Yatim Piatu sejak dari kecil, dia hanya mempunyai poto usang orang tuanya, selama ini dia hidup dengan nenek yang sudah tua dan kondisi nenek Baso adalah salah satu faktor yang memaksa Baso untuk pulang kampung di Sulawesi, salain itu Baso pulang karena dia tidak bisa menghafal Al - Qur'an dengan cepat di pondok, dia butuh tempat yang lebih tenang untuk menghafal dan tempat itu bukan di pondok, dan hal yang sangat menyentuh ialah, motivasi Baso mengahafal Al-Qur'an adalah untuk berbakti kepada orang tuanya, karena dia pernah mebaca hadis yang kurang lebih isinya jika seorang anak sanggup menghafal Al-Qur'an maka itu adalah jubah dunia akhirat bagi orang tuanya. Sungguh sangat menarik cerita yang disampaikan novel ini.

Diakhir novel menceritakan tentang Alif dan para shahibul menara yang menamatkan pendidikan di pondok, akhirnya mereka harus berpisah untuk berjuang mewujudkan mimpi mereka masing-masing. Sungguh novel yang sarat dengan pelajaran, motivasi dan inspirasi.

Baca Selanjutnya »»