Jumat, Desember 16, 2011

Antrian yang menyebalkan dan service yang memuaskan.

Hm... hari ini adalah hari Jumat, hari di pertengahan bulan terakhir tahun ini. Tak terasa sekitar setengah bulan lagi sudah memasuki tahun baru, tak terasa begitu cepat waktu ini berlalu, entah masih apalagi "resolusi" yang belum tercapai di tahun ini. Anyway ada yang mau aku ceritain, hari ini aku masuk piket, jadi aku ngantor pukul 15.00 pulang besok sore pukul 15.00, yah.. begitulah jadwal kerjaku, kadang memalukan ketika seseorang bertanya jam kerjaku :D tapi itulah fakta jadwal seorang buruh :D (semoga impianku untuk berwirausaha segera mendapatkan jalan.. aamiin) sebenernya sudah bosan juga jadi buruh, ya.. taulah bagaimana kehidupan seorang buruh, semua serba terbatas, dari waktu, expressi sampai salary hahaha... bener bener keadaan yang tidak mengenakan, teringat jaman dulu orang tua bersusah payah membiayai pendidikan ku sampai kuraih gelar sarjana, tapi akhirnya "terpaksa" ngeburuh juga.. hehe..

Ok ok, kita tinggalkan masalah diatas, jadi minggu kemarin ketika aku pulang kampung bapak minta tolong untuk service motor, soalnya udah waktunya service + ganti oli, bapaku emang termasuk tertib soal motor, dan akhirnya baru hari ini aku sempat untuk bawa motor bapak ke bengkel resmi di kota ini, sebelumnya aku sempat cari informasi alamat bengkel terdekat dari kostku sih,
jadi tadi tinggal datang aja. Pagi tadi sekitar pukul 09.00 pagi aku berangkat dari kost, tujuan pertama adalah kantor pos untuk ngebayar angsuran, soalnya jatuh tempo hari minggu besok, jadi daripada repot akhirnya aku sempetin buat singgah, sampai di kantor pos ternyata antrian lumayan panjang, sekitar 30 menit lamanya aku ngantri, begitu tiba di giliranku si bapak-bapak bilang ternyata yang mau aku bayar offline, alias sedang tidak bisa melayani pembayaran via kantor pos, hm... bener bener bikin capek, udah lama ngantri tau tau ndak bisa bayar juga, padahal cuma mau "buang duit" aja... :(

Akhirya aku berangkat ke bengkel juga, begitu sampai bengkel langsung disambut sama bapak-bapak dengan ramah khas jogja, ditanya keluhan-keluhan yang mau diservice, di berikan minum. Jujur baru sekali ini aku ngelihat hal seperti ini (saking katronya aku kali ya), tidak pakai antri seperti di kantor pos tadi. Setelah sekitar 30 menit motor sudah selesai di servis dan sebagainya, aku pikir setelah di service tinggal bayar trus selesei, yang bikin seneng sekalian obat kecewa di kantor pos tadi, ternyata di bengkel ini ada pelayanan cuci motor gratis.. hehe.. jadi bener bener service yang memuaskan, very recommended deh pokoknya, setelah selesai semua aku perhatiin ternyata di sebelah bengkel tempat aku servis ini terdapat bengkel dealer resmi juga hanya saja kali ini dari merk lain, yang menarik perhatianku adalah ternyata di bengkel sebelah ini juga terdapat pelayanan cuci gratis setelah service !! benar benar persaingan yang sehat, dalam hati bertanya " kira - kira siapa yang duluan berinisiatif memberikan layanan cuci gratis ya ? bengkel ini atau yang sebelah ? besok aku tanya deh.. hehe..

Yah, mungkin era bisnis sekarang memang sudah begitu persaingannya, sampai hal terkecilpun, khususnya dalam usaha jasa, memang mengutamakan pelayanan dan kepuasan konsumen, jadi siapa yang dapat melayani paling baik maka dialah yang menang.
Ok.. ini ceritaku hari ini, bagaimana ceritamu... :P

Baca Selanjutnya »»

Kamis, November 24, 2011

Hobby baruku (paper replika)

Bagi yang punya waktu senggang dan bingung mau ngapain saya ada saran nih hobby yang menyenangkan murah dan menarik, papercraf aka paper replika aka ichinogami, adalah pengembangan dari Origami. Seperti yang kita tahu, origami adalah seni melipat dengan menggunakan 1 lembar kertas. Tapi paper replika adalah seni merakit kertas dari beberapa lembar kertas (tidak terbatas). Teknik yang dibutuhkan adalah menggunting, memakai cutter, melipat, membuat kurva dengan kertas, mengelem, dan membentuk kertas

Kelebihan Paper Replika adalah :

1. Lebih murah daripada model plastik dan atau besi.
2. Banyak bentuk yang dapat dibuat, seperti bangunan, character, kendaraan dsb
3. Bisa memodifikasi sesuai keinginan.
5. Bisa juga mendesain sampai merakit sesuai keinginan kita sendiri.

Cara Membuat Paper Replika

1. Sediakan model yang akan dibuat. Model didapat dari beberapa sumber seperti majalah, internet, bahkan bisa buat sendiri dari file 3-Dimensi.
Referensi : www.perikertas.com

2. Setelah mendapat model yang disuka, Print model tersebut di kertas khusus. Kamu bisa memakai kertas InkJet Paper 100gr/120gr, Briefcard 160gr atau Jasmine 175gr, dan jenis kertas lain.
Penting untuk diperhatikan : jenis kertas jangan terlalu tipis dan jangan terlalu tebal.

3. Setelah diprint, saatnya pemotongan dilakukan. Pemotongan dapat memakai cutter atau gunting, sesuai dengan selera dan objek yang akan dipotong. Jika objek pemotongan terlalu kecil, disarankan memakai cutter.

4. Sesaat setelah dipotong, lakukan scoring atau penandaan garis lipatan. Dapat dilakukan dengan pulpen kosong atau garis setengah kekuatan dengan cutter kepada setiap garis lipatan di model kertas.

5. Kemudian, saatnya merakit..!! Gabungkan setiap potongan dengan lem sesuai dengan instruksi perakitan atau gambar referensi.

6. Nikmati model kertas mu..!! Model kertas ini dapat kamu jadikan kado, souvenir, kenang-kenangan atau pajangan.

Alat yang digunakan

Peralatan dasar :
1. Cutter, untuk memotong bagian kecil
2. Gunting, untuk memotong bagian yang agak besar
3. Lem (Fox/UHU), sebagai perekat antar-bagian
4. Penggaris Besi, sebagai panduan untuk cutter

Peralatan khusus :
1. Pinset, sebagai pengganti jari untuk menahan bagian pengeleman
2. Cutter Pen, Cutter khusus yang ujungnya lebih kecil daripada biasanya.
3. Cutting Mat, sebagai alas potong, anti slip, tidak merusak cutter, dan awet
4. Isolasi, untuk menambal kertas yang tidak sengaja sobek

Ok selamat mencoba.. :D

Sumber
PERI

Dibawah ini contoh bebarapa hasil papercraft saya... :D


Densus 88 casual


Densus 88 dari samping


Scorpion


Hugland PMI


Jam gadang & Danbo


Rame - rame

Baca Selanjutnya »»

Jumat, November 04, 2011

Puasa Arafah



Kadang kita terlupa & melupakan bahwa 10 hari-hari di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan-keutamaan, salah satu nya shaum pada tanggal 9 Djulhijjah (puasa arafah) yang tahun ini di Indonesia jatuh pada hari sabtu 5 nov '11, sehari sebelum Idul Adha.

Ini copas dari artikel di blog, mudah2an bisa memotivasi kita untuk melaksanakannya... aamiin..

Tanpa terasa sekarang kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah yang di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan yang dapat kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Di antara amalan yang kita di anjurkan mengerjakannya di bulan Dzulhijjah ini yakni amalan shaum arafah yang mempunyai keutamaan jika kita mengerjakannya. Tentu saja amalan tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh Shalallohu 'alaihi wa Sallam.


Puasa arafah termasuk dari puasa-puasa sunnah dalam Islam yang mempunyai keutamaan yang besar. Dari Abu Qatadah Al-Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:

“Dan beliau -alaihishshalatu wassalam- ditanya tentang puasa pada hari arafah, maka beliau menjawab, “Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa pada hari arafah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sampai-sampai Asy-Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata dalam Taudhih Al-Ahkam (3/210), “Puasa hari arafah adalah puasa sunnah yang paling utama berdasarkan ijma’ para ulama.”

Imam Ash-Shan’ani berkata dalam As-Subul, “Sebagian ulama ada yang mempertanyakan maksud dari dihapuskannya dosa yang belum terjadi, yaitu dosa yang akan terjadi di tahun yang akan datang. Dan hal ini dijawab bahwa yang dimaksudkan di sini adalah orang tersebut akan diberikan taufik untuk setahun yang akan datang agar dia tidak mengerjakan dosa, akan tetapi taufik ini dinamakan sebagai penghapusan dosa untuk menyesuaikannya dengan keutamaan setahun sebelumnya (berupa penghapusan dosa). Ataukah yang dimaksudkan di sini adalah jika dia terjatuh ke dalam dosa pada tahun yang akan datang, maka dia akan diberikan taufik oleh Allah untuk mengamalkan amalan yang bisa menghapuskan dosa tersebut.” Lihat Subul As-Salam (2/339) cet. Daar Al-Kutub Al-Arabi.

Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).

Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.

Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.

Dosa Apa yang dihapus?

Apakah dosa-dosa yang dihapuskan itu meliputi semua dosa, dosa kecil dan dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Dalam masalah ini para ulama berselisih.

Sebagian ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat sebagaimana zhahir hadits. Bahwa semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, atau dosa kecil.

Namun jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Ibnu Rajab, berpendapat bahwa dosa-dosa yang terhapus dengan amal-amal shalih, seperti wudhu', shalat, shadaqah, puasa, dan lainnya, termasuk puasa Arafah ini, hanyalah dosa-dosa kecil.

Pendapat jumhur ini di dukung dengan berbagai alasan, antara lain:

Allah telah memerintahkan tobat, sehingga hukumnya adalah wajib. Jika dosa-dosa besar terhapus dengan semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak dibutuhkan, maka ini merupakan kebatilan secara ijma'.

Nash-nash dari hadits lain yang men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar untuk penghapusan dosa dengan amal shalih.

Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dengan bertobat darinya atau hukuman pada dosa tersebut. Baik hukuman itu ditentukan oleh syariat, yang berupa hudud dan ta'zir atau hukuman dengan takdir Allah, yang berupa musibah, penyakit, dan lainnya.

Bahwa di dalam syariat-Nya, Allah tidak menjadikan kaffarah (penebusan dosa) terhadap dosa-dosa besar. Namun, kaffarah itu dijadikan untuk dosa-dosa kecil (Lihat Jami'ul 'Ulum wal Hikam, syarh hadits no. 18, karya al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali).

Puasa Arafah untuk Selain yang Berada di Arafah

Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak wuquf di Arafah. Adapun bagi kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,

“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).

Setelah kita mengetahui keutamaan puasa hari Arafah ini, maka yang tersisa adalah pengamalannya. Karena setiap manusia nanti akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita untuk berada di atas jalan yang lurus. Amin.


Sumber : http://abu-affan.blogspot.com/2010/1...ah-arafah.html

Baca Selanjutnya »»

Minggu, Oktober 09, 2011

Semoga

Kadang tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tanggal 20 bulan ini genap satu tahun usia pernikahanku, kalau bayi mungkin sudah mulai belajar berdiri dan mulai ngomong satu atau dua patah kata, mungkin itu juga tahap yang sedang aku jalani, kehidupan rumah tangga yang baru aku jalani penuh dengan cerita dan berbagai kejadian, dari yang lucu, nyebelin, jengkelin sampe yang nyenengin. Mungkin memang itulah romantika kehidupan berumah tangga, ada suka duka, ada tawa dan tangis, kadang saling marah, kadang saling rindu..

Sebagai seorang suami aku masih jauh dari "suami idaman" masih banyak kekuranganku, masih banyak belajar lagi bagaimana cara menjadi imam yang baik, menjadi pemimpin keluarga kecil ini. Terkadang masih kuturuti ego ku, kadang emosi yang tak terkendali, meski sebenernya aku sudah berusaha semampuku untuk menjadi lebih baik lagi. Percikan percikan masih terjadi meski frequensi tak setinggi dulu, mungkin salah satu hikmah yang bisa aku ambil dari perjalanan ini.

Jika boleh bercerita, pikiran - pikiran negatif itu masih seneng mendatangiku, ketakutan ketakutan itu seakan tinggal menunggu waktu untuk menjadi nyata :(
meskipun aku yakin Allah selalu ada untuk hambaNya, hanya lantunan do'a yang terpanjat, semoga keluarga ini bisa menjadi keluarga yang Engkau Ridhai ya Allah, tuntunlah hamba menuju jalanMu.. bimbinglah aku menjadi pemimpin dan imam dari istriku.. jagalah kami ya Allah.


Telah 3 minggu ini istriku melanjutkan kuliahnya lagi, semoga semua urusanya lancar, begitupun dengan pekerjaanku. Ya Allah.. luruskan niat kami ya Allah... ikhlaskan hati kami... untuk menerima apa yang telah Engkau berikan, jangan Engkau jadikan kami orang yang tidak bisa mensyukuri karuniaMu.. Aamiin..

Baca Selanjutnya »»

Kamis, Agustus 04, 2011

Hidup II (Obsesi Kp. I/203)



Ebiet G.Ade - Hidup II


Malam ini aku mesti pulang
untuk segera tidur di kamarku yang gelap
Meskipun sebenarnya aku ingin tetap tinggal
untuk menikmati bintang untuk menikmati bulan

Sebentar lagi Kasih beri aku waktu
untuk sekadar mengucapkan selamat malam 
Meskipun aku tak dapat melihat wajahMu
tapi hembusan angin cukup menyatakan 
kehadiranMu untukku

Dan sekarang aku telah tidur sendiri di kamarku
yang gelap dan dingin penuh angan-angan

Dan sekarang aku telah pulang kembali ke rumah
yang kotor dan kecil penuh cita-cita

Di sinilah di kamarku yang gelap ini
Aku ingin menumpahkan kerinduanku
Di sinilah di kamarku yang dingin ini
Aku ingin menangis di pangkuanMu

Hari ini aku pergi sembahyang
untuk mendekatkan diri kepadaMu
Semoga Kau tahu apa yang kumaksudkan
Semoga Kau lebur dosa dan kesilapanku

Baca Selanjutnya »»

Sabtu, Juli 02, 2011

Bapak....

“Bapak….” Biasa kami memanggilmu,engkaulah tempat kami berkeluh kesah ketika kami dapati masalah, engkaulah tempat kami meminta ketika kami tak punya dan kau pasti kan memberikan entah bagaimanapun caranya meski sebenernya bapak ndak punya, dimata kami bapak selalu punya dan selalu bisa.. kami selalu tak peduli dengan cara itu. Bapak selalu tau apa yang kami rasakan, Bapak sempurna bagiku, bapak akan melakukan apapun demi kami anaknya, meski tak jarang kami selalu membuatmu kecewa dan sedih, membuatmu berpikir… bahkan saat bapak-bapak lain seusiamu sedang menikmati masa tuanya dengan bercanda dengan cucu2nya, bapak masih saja tak berhenti memikirkan kami yang tetap menjadi bebanmu, bapak masih saja terus bekerja keras untuk kami yang juga masih saja terus meminta. Sering kulihat dalam duduk lamunan dibalik kerutan dahimu itu lelah tergambar jelas, mata bapak tak lagi setajam ketika ku masih kecil dulu, gerakanmu kian melamban, tubuhmu tak setegar dulu, bapak… kini engkau sudah tua.. terlalu banyak yang engkau lakukan pada kami, sampai kapan ?? dengan apa kami mesti membalasnya ?? ataukah Allah memang sudah menggariskan hidupmu sedemikian rupa ? selalu berkorban….

Inginku bisa membuat bapak dan ibu bahagia, seperti yang biasa dilakukan setiap anak pada orang tuanya, tak muluk seperti naik haji atau umroh.. atau membalas jasamu ? tidak… semua yang kau lakukan takan terbalas. Aku hanya ingin bapak tak lagi banyak berpikir, aku ingin bapak banyak istirahat, aku ingin bapak menjaga kesehatan, makan teratur, aku ingin bapak tenang menikmati hari tua dan bisa dengan mendekatkan diri pada Allah. Aku ingin… karena engkaulah tempatku mengabdi, namun rupanya tak banyak bisa kubuat.. selain menemanimu ngobrol ringan, sesekali menonton bareng dan mengomentari sinetron walaupun sebenernya aku benci pak prabu apalagi malena :D , memastikan bapak sudah makan… hanya itu pak… tak lebih..

Terimakasih atas semua yang telah engkau berikan selama hidupku, terimasih atas pengorbanan dan perjuangan dalam mengasuh dan membimbing kami.Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk telo goreng paling lezat sedunia, untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan
.......jazakallah bil jannah, " semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri,semoga...... .."Selamat ulang tahun pak.. tak ada kado atau buah tangan selain do’a semoga panjang umur, diberikan kesehatan, dimudahkan urusan dunia dan akhiratnya, di jauhkan dari segala macam penyakit, selalu dalam lindunganNya ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO “Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibukuk, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil”

Amin….

Baca Selanjutnya »»

Rabu, Mei 04, 2011

Review : Negeri 5 Menara


"Man jadda wajada" sebuah mantra yang masih terngiang-ngiang hingga sekarang setelah saya selesai membaca sebuah novel yang "heboh" tahun lalu. Tapi bersyukur juga saya bisa membacanya. Novel karangan A.Fuadi ini bercerita tentang kisah hidup seorang anak lulusan SMP yang mempunyai impian untuk melanjutkan SMA dan bercita-cita menjadi Habibie. Sebuah cita-cita yang tinggi. Namun sayang sang ibunda mempunyai keinginan lain, beliau ingin "memberikan" anaknya untuk agama karena prihatin dengan akhlak pemimpin pada waktu itu yang masih dinilai kurang dalam ilmu agama. Kebetulan kampung mereka dekat dengan kampung kelahiran Buya Hamka, seorang ulama terkenal pada masanya, mungkin hal ini juga sedikit banyak mempengaruhi keinginan sang ibu yang mempunyai sifat idealis. Setelah mengalami pertentangan batin akhirnya "Alif" sang anak dengan setengah hati menyanggupi keinginan ibunda namun dengan syarat dia mau mencari ilmu di pulau jawa hasil rekomendasi sang paman yang sedang berada di Mesir.

Cerita mulai menarik ketika "Alif" mulai menceritakan tentang kehidupan di pondok. Disini pula dia menemukan "Menara Lain" atau "Shahibul Menara" (pemilik menara) yaitu teman baru di pondok yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Raja, Baso, Atang, Said dan Dulmajid. Mereka sering berkumpul dan bermimpi dibawah menara sambil menikmati awan yang berarak. Cerita tetang persahabatan dan persaudaraan sejati dalam menjalani hari demi hari di pondok.
Dalam novel ini akan dibukakan kepada pembaca tentang kehidupan di pondok yang ternyata sangat menakjubkan, kedisiplinan, keikhlasan hati, kerja keras dan masih banyak pelajaran lain yang bisa kita petik dari novel ini.

Cerita tentang Baso paling menyentuh hati saya. Baso adalah seorang kutu buku, waktunya adalah untuk belajar dan belajar, dia adalah patokan atau referrensi bagi menara lain ketika memasuki musim ujian. Sayang Baso tidak bisa menamatkan pendidikan di pondok, ternyata Baso adalah seorang Yatim Piatu sejak dari kecil, dia hanya mempunyai poto usang orang tuanya, selama ini dia hidup dengan nenek yang sudah tua dan kondisi nenek Baso adalah salah satu faktor yang memaksa Baso untuk pulang kampung di Sulawesi, salain itu Baso pulang karena dia tidak bisa menghafal Al - Qur'an dengan cepat di pondok, dia butuh tempat yang lebih tenang untuk menghafal dan tempat itu bukan di pondok, dan hal yang sangat menyentuh ialah, motivasi Baso mengahafal Al-Qur'an adalah untuk berbakti kepada orang tuanya, karena dia pernah mebaca hadis yang kurang lebih isinya jika seorang anak sanggup menghafal Al-Qur'an maka itu adalah jubah dunia akhirat bagi orang tuanya. Sungguh sangat menarik cerita yang disampaikan novel ini.

Diakhir novel menceritakan tentang Alif dan para shahibul menara yang menamatkan pendidikan di pondok, akhirnya mereka harus berpisah untuk berjuang mewujudkan mimpi mereka masing-masing. Sungguh novel yang sarat dengan pelajaran, motivasi dan inspirasi.

Baca Selanjutnya »»

Selasa, April 19, 2011

Will miss you....

Pukul 08.00 pagi tadi istriku pulang ke kampung, katanya sih dah kangen ma keluarga di rumah.. padahal baru 6 bulan kepisah ma mereka. Tapi emang dari dulu ndak kebiasa kepisah lama ma keluarga sih. Alhasil ane mesti sendiri lagi deh, but it's ok ! bukannya dah kebiasa buat sendiri juga :D

Sebenernya pengen pulang juga seh, tapi kerjaan susah buat ditinggal.. :( mungkin lain waktu kesempatan buatku datang. Anyway semoga perjalanan lancar yo nda... salam buat keluarga di kampung :) take care of you.. manfaatin waktu dirumah sebaik-baiknya. Cepet balik dan jangan lupa oleh - olehnya... :) love you so much honey...

Baca Selanjutnya »»

Selasa, Maret 22, 2011

Do'a ku

Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata kepada sebagian sahabatnya:
"Bagi yang mengharapkan keturunan, maka hendaknya membaca doa berikut
(70 kali):

ربّ لاتذرني فرداً وأنت خير الوارثين، واجعل لي من لدنك وليّاً يرثني في
حياتي ويستغفر لي بعد موتي، واجعله خلفا سويّا، ولا تجعل للشيطان فيه
نصيباً، اللهمّ إنّي أستغفرك وأتوب إليك إنّك أنت الغفور الرّحيم

Rabbi lâ tadzurnî fardâ wa Anta khayrul wâritsîn. Waj'allî milladunka
waliyyâ yaritsunî fî hayâtî wa yastaghfirulî ba'da mawtî, waj'alhu
khalfan sawiyyâ, wa lâ taj'al lisy syaithâni fîhi nashîbâ. Allâhumma
inn astaghfiruka wa atûbu ilayka, innaka Antal ghafûrur rahîm.


Ya Rabbi, jangan biarkan aku sendirian tanpa keturunan, sedangkan
Engkau sebaik-baik pemberi warisan. Ya Allah, jadikan bagiku kekasih
dan penolong yang menjadi pewarisku dalam hidupku, dan memohonkan
ampunan untukku sesudah kematianku. Jadikan ia penerusku yang mulia,
jangan jadikan setan ambil bagian di dalamnya. Ya Allah, aku memohon
ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha
Pengampun dan Maha Penyayang.

Baca Selanjutnya »»

Selasa, Maret 15, 2011

Friday, 11 Maret 2011



Allah kembali menunjukan kebesaran-Nya, air laut meluap menyapu segala yang dilewatinya, rumah, mobil, kapal dan apa yang mencoba menghalangi dia terjang tanpa ampun. Jum'at 11 Maret 2011 bencana itu datang, diawali dengan gempa bumi yang dasyat berkekuatan 8.9 Sr menggoyang sebagian negara Jepang. Beruntung Jepang sudah membangun gedung-gedungnya dengan struktur anti gempa, sehingga bisa meminimalisir korban lebih banyak lagi. Tak lama kemudian sirine Tsunami Early Warning mengaung memberi peringatan akan bahaya Tsunami akan datang, dan benar tidak begitu lama ketika tembok hitam datang dari arah laut dengan kecepatan tinggi siap menabrak daratan. Ya Allah.. sungguh besar kuasaMu.. air bah datang menyapu segala yang ada, kapal kapal nelayan diseret ke tengah kota, rumah-rumah itu begitu tampak kecil tersapu ombak ganas itu.

Ribuan korban di temukan sementara ribuan lainya hilang tanpa keterangan pasti, dan kini ancaman lain sudah menghantui jepang dan sekitarnya, meledaknya PLTN Fukushima dengan potensi radiasi nuklir yang membahayakan kesehatan manusia, puluhan ribu penduduk di ungsikan untuk mengantisipasi terkena radiasi nuklir.

Seluruh penduduk bumi terpana melihat kedasyatan tsunami, seluruh stasiun tv tidak berhenti mengabarkan bencana tersebut, ucapan simpati dari berbagai negara. Sungguh bencana yang hebat, namun apapun itu tetaplah ada hikmah yang bisa dipetik manusia.

Semoga manusia dibumi ini bisa mengambil pelajaran dari bencana ini.

Baca Selanjutnya »»

Kamis, Februari 10, 2011

Liburan kali ini...

Sudah menjadi suatu kewajaran buat setiap manusia untuk mengalami masa jenuh, bosen, suntuk, bisa jadi karena rutinitas setiap hari, karena pekerjaan atau mungkin sedang dihadapkan pada suatu masalah... hehe... yup, manusia butuh refreshing, kembali segar dan semoga setelah segar jadi lebih produktif, atau sebaliknya :p

Akhir bulan kemarin istriku melihat acara tentang wisata di salah satu televisi swasta nasional, dari situlah dia bilang kalau dia pegen liburan ke sana, ke dieng. Sepintas aku tertarik juga, aku yang sudah segede ini juga baru mendengar dieng dari pelajaran SD dulu :D padahal sebenernya ndak terlalu jauh juga dari rumah. Paginya langsung aja aku cari informasi tentang dieng di internet, baik dari asal usul, profil, informasi tujuan wisatanya dan yang pasti adalah jalan menuju ke sana serta akomodasinya :D Setelah "mengenal" dieng kemudian tinggal cari hari dan waktu yang pas, maklum pekerjaan saya tidak menentu jadwalya, jadi mesti pandai pandai mencari waktu. Hingga kami putuskan untuk pergi pas weekend kemarin,
sepulang dari kerja saya langsung bergegas untuk pergi berangkat ke dieng naek motor bro :D extreme nggak sih ? selepas maghrib aku berangkat, tak lupa pamitan dulu ma ortu yang sempet bingung dengan tingkah laku kami yang biasanya jarang pergi.

Motor melaju sedang,
tak terlalu kencang tak pula pelan, untuk route pergi sengaja aku pilih rute yang "aman" meski agak jauh jadinya, tapi tak apalah soalnya perjalanan pada malam hari, mengantisipasi hal - hal yang tidak di inginkan. Sekedar saran nih, kalau mau bepegian jauh naik motor, alangkah sebaiknya dipersiapkan sebaik-baiknya, standard safety riding dan terutama baju hangat dan jas ujan. Masih di daerah sleman ku berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar motorku biar nanti tidak repot mikir BBM lagi. Perjalanan aku jalani dengan santai, sambil menikmati suasana malam tempat-tempat yang kami lalui, oh iya, kami sempet macet di daerah jumoyo sebelum masuk muntilan, macet karena bencana lahar dingin erupsi gunung merapi kemarin. Nah disini salah satu keuntungan bawa motor, soalnya pas jalan lagi macet si motor masih bisa nyelap nyelip kiri kanan, melihat keadaan waktu itu, seandainya bawa mobil aku yakin bisa macet 2-3 jam di situ, walau sebenernya kasian banget liat istri kedinginan sepanjang jalan, apalagi ketika sekitar pukul 20.30 ketika memasuki wonosobo tiba-tiba hujan datang mengguyur kami, bahkan tanpa hujan pun kondisi angin malam itu sudah sangat dingin menembus jaket kami. Kami pun berhenti sejenak untuk mengenakan jas ujan, itupun jas ponco yang satu buat berdua :( sebuah perjuangan sodara-sodara :p. Setelah sekitar 30 menit berhujan ria akhirnya kami pun dengan sebagian celana basah sampai juga di kota wonosobo :) uh leganya.. Tak terasa perut ini sudah berbunyi minta untuk di isi :D kondisi hujan dan aku yang buta akan kota itu sedikit menyulitkan kami untuk mencari tempat makan yang nyaman, setelah beberapa saat berputar-putar akhirnya kami putuskan untuk beristirahat dan makan di sebuah warung makan, menu utama di tempat makan itu adalah bebek goreng :D hm... hujan-hujan makan bebek goreng minum teh anget... yummy.. sungguh melegakan... :D

Sayang sekali aku lupa mencatat alamat warung itu, padahal aku mau rekomendasikan buat temen2 yang kebetulan lewat atau mau main ke wonosobo. Penjualnya juga ramah, sopan dan baik, bahkan kami sempat ngobrol ngalor ngidul sambil nunggu hujan reda, dia juga ngasih referensi tempat penginapan di kota itu. Akhirnya setelah sekitar 1 jam kami istirahat dan kebetulan hujan sudah reda, kami berpamitan untuk mencari tempat untuk menginap, karena memang rencana dari awal adalah bermalam di wonosobo untuk pagi harinya baru melanjutkan perjalanan ke dieng. Sekedar informasi jarak dari wonosobo-dieng sekitar 25km dan ditempuh kurang lebih 1 jam. Di salah satu sudut kota itu akhirnya kami menemukan sebuah hotel kelas melati dengan harga sewa yang sangat bersahabat, cukup dengan Rp. 65.000 kita bisa bermalam di hotel itu, cukup nyaman dan bersih walau tidak bisa dibandingkan dengan hotel berbintang. :D

Sekitar pukul 06.00 pagi hari kami berang meninggalkan hotel itu, berputar-putar di jalanan kota wonosobo, aku baru ingat hari itu hari minggu ketika kudapati alun-alun kota itu ramai dengan orang jogging dan nongkrong, banyak juga kakilima yang menjajakan makanan di tempat itu, kebetulan belum makan sepertinya asik juga cucimata sambil makan batagor + bubur ayam, komplit lah menu yang ditawarkan, tinggal mau pilih gerobak yang mana :D
Kota Wonosobo kota yang bersih, rapi dan dingin tentunya, meski aku juga belum mengelilingi ke seluruh kota sih. :D setelah perut kami isi kami pun bergegas melanjutkan perjalanan ke dieng, karena jika terlalu siang takut berkabut dan hujan. Perjalanan dari wonosobo ke dieng cukup lancar, kondisi jalan juga mulus meski agak sempit, menanjak dan berkelak-kelok, anda akan di suguhi pemandangan yang memanjakan mata di sepanjang jalan, dikanan gunung di kiri gunung, suhu udara yang dingin semakin menambah kesejukan, para petani yang pergi ke kebun, rata rata petani disini berkebun kubis dan kentang. Hampir sebagian besar kebun di sini ditanami dengan kedua macam sayur tadi. Semakin ke atas semakin dingin udaranya, bahkan ada beberapa tempat yang berkabut sehingga jarak pandang menjadi berkurang, jadi mesti ekstra hati-hati dan jangan lupa untuk menyalakan lampu :)
Salah satu pemandangan di pinggir jalan dari wonosobo ke dieng 
Setelah sekitar 1 jam kami berjalan, akhirnya kami sampai juga di tujuan yang pertama, yaitu telaga warna, disini terdapat telaga yang berwarna dikarenakan air ditelaga ini tercampur dengan belerang, kemudian adanya ganggang di dasar telaga juga memberikan warna merah, konon telaga ini adalah sebuah kawah yang meletus ribuan tahun lalu, selain telaga warna ada juga telaga pengilon (cermin) yaitu telaga yang sangat jernih sehingga layaknya cermin, namun ketika saya di sana saya temukan telaga pengilon penuh dengan rumput, jadi tidak bisa buat bercermin lagi deh :( kemudian selain telaga di tempat ini terdapat juga gua gua tempat bersemedi orang jaman dahulu, ada gua jaran (kuda), gua sumur dan gua semar, selain itu terdapat juga sebuah batu tulis (batu semar) katanya jika ingin anaknya pinter nulis maka orang tua bisa berdo'a di batu tulis ini, selain itu di batu tulis ini tempat diadakannya ruwatan gimbal masyarakat setempat.

Pemandangan di telaga warna
Di tempat ini juga terdapat theatre yang menampilan film tentang letusan yang terjadi di sekitar daerah itu, sayang waktu itu saya tidak sempat menonton film. Eh iya hampir lupa, tiket untuk memasuki tempat wisata ini terbagi menjadi 2 macam yaitu tiket terusan dan tiket biasa, terusan berarti kita membeli 1 tiket saja untuk bisa memasuki beberapa tempat wisata sekaligus, untuk tiket terusan kita mesti menebusnya dengan Rp.12.000 saja.

Puas berjalan melihat telaga warna dan gua kami melanjutkan perjalan ke tujuan ke dua yaitu kawah sikidang. Kidang = kijang, dinamakan kidang karena dalam kawah ini uap panasnya berpindah-pindah dan kadang meloncat seperti kidang, namun ada juga legenda yang berlaku di masyarakat setempat yang menceritakan tentang asal-usul terjadinya kawah sikidang yang berhubungan dengan adanya anak yang berambut gembel di daerah tersebut, sebenernya ada beberapa kawah yang ada di daerah ini, ada kawah candradimuka, sileri, sinila dan beberapa lagi, namun diantara kawah tersebut terdapat kawah yang bestatus aktif dan berbahaya. Jika anda ingin pergi berwisata ke kawah ini sebaiknya anda memakai masker mengingat bau belerang yang sangat menyengat.

Kawah si kidang
Setelah melihat kawah sikidang tadi... kami melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya ya itu komplek candi arjuna, yang kurang lebih bisa di tempuh dalam waktu 5-10 menit dari kawah si kidang itu, memang dekat... komplek ini merupakan salah satu dari delapan komplek candi yang ada di daerah ini, dan mungkin satu satunya yang bisa kita lihat, meski keadaan sekarang sangat memprihatinkan, kondisi candi sudah tidak utuh lagi, bahkan di beberapa bagian terdapat retak. Semoga saja pemerintah bisa melestarikan situs warisan budaya yang sangat bernilai ini.
Komplek Candi Arjuna

Candi Arjuna


Setelah capek muter candi dan ber poto ria kami beristirahat sejenak sambil minum kopi, sedang istri malah lebih milih wedang rondhe :D maklum suhu udara di sana memang dingin, di seberang pintu masuk komplek candi terdapat sebuah museum, museum kailasa (gunung tempat tinggal Dewa Siwa) namanya. Museum ite memiliki koleksi purbakala, bagian bagian candi beserta nama dan keterangannya terdapat di museum itu. Jadi untuk menambah wawasan tentang candi ada baiknya kita main di museum itu.


Waktu beranjak siang, sekitar pukul 10 pagi kami beranjak meninggalkan komplek candi arjuna, kami sepakat untuk langsung menuju arah pulang, kami melaju menuruni dataran tinggi dieng menuju kota wonosobo, masih disuguhi pemandangan indah di kanan kiri kita :) sungguh menunjukkan ke Agungan Allah SWT. Allah menciptakan alam yang begitu indah, tapi kadang manusia dengan tamaknya merusak demi kepentingan perutnya, jika alam sudah murka... maka manusia pula yang mendapat dampaknya.
Gapura Dataran Tinggi Dieng



Perjalanan pulang kami tempuh dengan santai, rute yang kami ambil pun berbeda dengan rute keberangkatan, kami memilih untuk lewat sapuran, karena memang untuk arah ke jogja, magelang atau purworejo lebih cepat apabila melewati rute ini, cuma rute ini masih sepi jadi lebih baik kita lewat sini jika hari siang. Memang terbukti lebih cepat, tak sampai 3 jam kami sudah tiba di magelang, kebetulan ada teman kerja yang bertempat tinggal magelang, kami berniat singgah melepas lelah sekaligus silaturahmi.



Borobudur

Sisi lain Borobudur

Tak lengkap jika kita sudah sampai di magelang namun tidak main ke candi Borobudur. Akhirnya setelah matahari sedikit turun, kami pergi ke candi borobudur, candi yang sangat megah, di sisinnya penuh dengan relief yang bercerita. Di komplek candi ini juga terdapat sebuah museum bahari, museum ini menceritakan tentang nenek moyang kita yang pandai melaut. Perdagangan jaman dulu yang dilakukan dengna transportasi laut.. dan koleksi andalan di museum ini adalah sebuah replika kapal yang terisnspirasi dari relief di candi borobudur yang kemudia direalisasikan untuk menjadi sebuah kapal, yaitu kapal Samuderaraksa (pelindung samudra) kapal ini sudah berlayar hinggal ke madagaskar afrika sebelum di museumkan di museum ini.

Relief kapal bercadik
Hari beranjak sore, kami putuskan untuk segera pulang. Dari magelang kami melanjutkan perjalanan ke Jogja, kurang dari 1 jam kami telah sampai di jogja, kebetulan di kota jogja sedang diadakan agenda tahunan yaitu sekaten, apaboleh buat, meski badan sudah cape tapi istri tetep pengen pergi ke sekaten :( Akhirnya pergi juga ke sekatenan.. disana banyak wahana bermain dan orang berjualan bermacam - macam barang, pasar malam lah pokoknya... tapi memang sepengetahuanku sekaten selalu saja meriah dan penuh sesak di datangi orang... sungguh tradisi yang sangat menarik. Setelah puas muter muter kemudian kami pulang... namun sebelum sampai dirumah kami sepakat untuk singgah di sebuah salon untuk potong rambut dan creambath.... hahahahaha.. itung itung ngilangin cape deh... sekitar pukul 21.00 kami sampai juga di rumah..... huh... sungguh hari yang sangat melelahkan... namun juga sangat menyenangkan.... :)

Baca Selanjutnya »»